Sukses

Sakit Kepala dan Sering Mengantuk

05 Dec 2019, 10:48 WIB
Pria, 15 tahun.

Dok saya mau nanya , setiap saya makan siang trus sehabis mkn saya ngantuk sekali tpi sehabis tidur perut saya sakit sekali di bagian kiri, saya pernah mencoba untuk nahan ngantuk tapi kepala saya sangat pusing, kira kira apa yang terjadi sma saya

Terima kasih telah bertanya seputar sakit kepala dan mengantuk melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Terdapat beberapa penyebab sakit kepala. Sakit kepala pada umumnya tidak diketahui sebabnya (lebih kurang 90%). Biasanya sakit kepala dapat dicetuskan oleh kelelahan, kurang tidur, dsb. Sakit kepala yang tidak diketahui sebabnya ini disebut dengan sakit kepala primer, contohnya adalah migraine dan tension type headache, cluster headache. Sakit kepala yang sebabnya diketahui lebih sedikit (sakit kepala sekunder) dapat disebabkan oleh misalnya sakit gigi, demam, tumor otak, dll. 

Tension Type Headache

Sebagian besar nyeri kepala di daerah belakang dan leher disebabkan oleh tension type headache (TTH).  Bila keluhan sakit kepala seperti tertindih benda berat/diikat dan melibatkan otot-otot leher maka kemungkinan Anda mengalami TTH. Sakit kepala tipe ini seringkali disertai dengan adanya rasa sakit/kaku di bagian leher/tengkuk, yang dapat juga menjalar hingga ke punggung, mata atau otot-otot lainnya di tubuh.

Beberapa faktor dapat menjadi pemicu timbulnya TTH, antara lain :

Stress : biasanya sakit kepala timbul di siang atau sore hari setelah stress bekerja atau ujianGangguan tidurPosisi tubuh yang salah saat bekerjaWaktu makan yang tidak teraturKelelahan mataPenghentian konsumsi kafeinJika tidak ada gejala lain seperti kelemahan sisi tubuh, kesemutan, kejang, gangguan penglihatan, intensitas nyeri yang semakin bertambah berat, demam, penurunan berat badan, mual/muntah, Anda tidak perlu khawatir, kemungkinan Anda hanya mengalami TTH.

TTH dapat diatasi dengan istirahat, pemijatan/massage bagian belakang kepala dan leher, serta minum obat penghilang rasa sakit jika tidak tahan. Namun, penggunaan obat-obatan tersebut tidak akan banyak membantu jika anda tidak menghindari faktor pencetus terjadinya TTH pada diri Anda. Untuk mencegah berulangnya kejadian TTH pada diri Anda, Anda juga perlu menghindari faktor-faktor pencetus TTH. 

Apabila dengan obat pereda rasa nyeri, sakit kepala tidak berkurang atau justru frekuensinya semakin meningkat apalagi disertai dengan gejala lain seperti pingsan dan gangguan keseimbangan, maka kami sarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis saraf karena dikhawatirkan ada penyebab lain dari sakit kepala tersebut. Mengenai apa pemeriksaan penunjang yang sekiranya diperlukan tergantung hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter yang memeriksa Anda langsung.

Migraine

Kondisi lain penyebab sakit kepala tersering adalah penyakit migrain. Sekitar 60% penderita migrain akan merasakan sakit kepala sebelah dan berdenyut. Disamping sakit kepala, biasanya penderita migrain juga dapat mengalami gangguan penglihatan (seperti sakit saat melihat cahaya) atau gangguan fungsi sensoris lainnya (seperti baal atau kesemutan pada kaki) beberapa saat sebelum mengalami sakit kepala, yang dikenal dengan istilah aura. Namun, tidak semua penderita migrain mengalami aura sebelum sakit kepala muncul, hanya sekitar 35% migrain yang disertai dengan aura (migrain klasik).

Penderita migrain biasanya akan mengalami sakit kepala selama 4-72 jam. Sakit kepala ini dapat mengganggu aktifitas sehari-hari, dan dapat hilang timbul. Timbulnya migrain dapat terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, seperti stres, kebisingan, kelelahan, PMS (sindrom pra-menstruasi), lapar atau makanan tertentu.

Keluhan migrain yang Anda alami dapat diatasi dengan mengonsumsi obat golongan antiradang bukan steroid (OAINS/NSAID) seperti asam mefenamat, ibuprofen, atau natrium diklofenak. Tidur dan terapi relaksasi juga seringkali merupakan obat mujarab untuk menghilangkan migrain ini. Namun sebaik-baiknya pengobatan, yang terbaik adalah mencegah keluhan tersebut agar tidak timbul kembali. Oleh sebab itu, mulailah menghindari faktor-faktor pencetus migrain dan coba untuk memperhatikan makanan Anda. Beberapa makanan yang diidentifikasi menjadi pencetus migraine adalah :

Makanan yang banyak mengandung Thyramine (keju,red wine)Makanan yang mengandung Monosodium Glutamate (MSG) seperti makanan China dan MeksikoMakanan yang mengandung Nitrat (bologna, salami, smoked meat)Makanan yang difermentasiAlkohol (red wine)Caffeinated (softdrink, teh, kopi)Sedangkan mudah mengantuk dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah kekurangan oksigen di otak, anemia (kekurangan sel darah merah), penyakit kronis, kurang olahraga, hipoglikemia (kadar gula darah rendah), hipotensi (tekanan darah rendah), dan banyak lagi penyebab lainnya.

Asupan makanan yang kurang adekuat sehingga menyebabkan defisiensi atau kekurangan mineral tertentu untuk tubuh juga dapat menyebabkan gejala yang anda keluhkan.Selain porsi makanan, sebaiknya Anda juga memperhatikan kandungan gizi pada makanan. Kami sarankan agar Anda mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, dengan cara :

asupan nutrisi cukup, kaya akan zat besi dan folat sebagai sumber utama pembentukan sel darah merahistirahat atau tidur teratur, 6-8 jam sehariberolahraga 3-5x/hari, @30 menitmedical check-up 1 tahun sekaliUntuk memastikan diagnosis keluhan Anda, kami sarankan Anda berkonsultasi kembali kepada dokter spesialis syaraf untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh serta pemeriksaan penunjang seperti ct scan atau MRI bila diperlukan. Karena seyogyanya untuk mendiagnosis suatu penyakit dibutuhkan pemeriksaan fisik sehingga sulit bagi kami untuk mendiagnosis keluhan Anda.

Berikut kami lampirkan artikel yang mungkin bermanfaat untuk Anda:

6 Tanda Sakit Kepala Sudah BerbahayaMigraine Sering Kambuh, Bagaimana Solusinya?11 Pemicu Sakit Kepala yang MengejutkanMengenal penyakit Vertigo

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Apabila Anda ingin mengetahui atau berkonsultasi lebih lanjut seputar masalah tersebut, Anda dapat berkonsultasi melalui fitur LIveChat di Aplikasi KlikDokter. Terima kasih.

1 Komentar