Sukses

Kejang otot kaki

02 Dec 2019, 06:52 WIB
Wanita, 67 tahun.

Saya merasakan kejang kaki ketika dini hari selama beberapa hari belakangan ini dan saya masih merasakan sakit dari otot kejang tersebut dan kaki kerasa kaku. Apakah penyebabnya? Dan bagaimana cara pengobatan nya? Saya akan travelling ke daerah musim dingin dalam wkt 2 hari ini. Apakah ada kekurangan vitamin yg menyebabkan ini?

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya mengenai kejang otot kaki melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter.  

 

Mohon maaf atas keterlambatan kami menjawab pertanyaan Anda.

Kami memahami kekhawatiran Anda. 

Kejang otot pada salah satu bagian tubuh disebut sebagai kedutan atau kejang otot dan hypnic jerks atau dikenal dengan mioklonus positif. Mioklonus positif adalah gerakan involunter (tidak sadar) kontraksi mioklonus (otot) yang muncul selama tahapan hypnagogia, yaitu kondisi dimana seseorang sedang mulai jatuh tertidur. Umumnya hypnic jerk ini akan diikuti rasa ingin terjatuh atau kaget ketika bangun tidur. Hal ini umumnya terjadi karena tidak teraturnya waktu tidur. Hypnic jerk biasanya dirasakan 1-2 kali dalam waktu semalam, dapat timbul dalam kondisi tidur yang normal. Hal ini lebih sering terjadi bagi mereka yang kurang tidur lebih dari 24 jam atau mereka yang terbangun padahal waktu tidur mereka masih kurang.

Kondisi lain yang mungkin terjadi adalah "Spasmofilia", suatu kondisi di mana persarafan motor menunjukkan sensitivitas yang tidak normal terhadap stimulasi/rangsangan elektrik ataupun mekanik sehingga penderita mengalami kecenderungan untuk mengalami kram dan kejang pada otot-ototnya.

Gejala lain yang termasuk dalam sindrom spasmofilia adalah rasa lelah berlebihan, kekakuan atau kedutan otot, kram otot, keluhan pada saluran pencernaan dan juga alergi. Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan elektrolit di dalam darah antara lain karena kekurangan kalsium (hipokalsemia) atau kekurangan magnesium yang dapat terkait dengan hiperventilasi, hipoparatiroidism, rakhitis, uremia atau kondisi lain. Selain itu juga terjadi ketidakseimbangan mineral kalium.

Pasien dengan spasmofilia biasanya akan merasa kesulitan untuk memulai aktivitas di pagi hari dan sebaliknya merasa sangat aktif pada malam hari, sering merasakan kekakuan otot dan kedutan otot pada tangan dan kaki, kram otot dapat terjadi juga di tempat lain seperti pada lambung, punggung dan leher. Seringkali pasien dengan spasmofilian juga memiliki gejala psikologis berupa rasa cemas dan takut berlebihan. Rasa sesak di dada merupakan keluhan lain yang cukup sering dirasakan pasien dan cukup mengganggu. Hal ini terjadi karena kejang otot-otot saluran pencernaan bagian atas. Bila terjadi kejang-kejang pada otot-otot saluran pencernaan bagian bawah terkadang dapat menyebabkan rasa mual dan muntah.

Spasmofilia dapat disembuhkan. Pasien biasanya dapat diberikan asupan suplemen kalsium, magnesium dan kalium. Selain itu pasien juga perlu memperbaiki pola diet dengan mengonsumsi makanan-makanan yang banyak mengandung sumber kalsium, kalium dan magnesium. Selain itu, pasien juga perlu berolahraga ringan dan melakukan pemijatan otot untuk relaksasi otot.

Periksakan kondisi Anda ke Dokter Spesialis Saraf untuk mendapatkan diagnosis dan tata laksana yang sesuai dengan kondisi Anda saat ini.

Berikut kami lampirkan beberapa bacaan yang dapat menambah wawasan Anda :

Anda Kram Otot Seperti yang Dialami Anthony Ginting? Ini Solusinya

Manfaat Pisang untuk Mengatasi Kram Otot Usai Olahraga

 

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Apabila Anda ingin mengetahui atau berkonsultasi lebih lanjut seputar masalah tersebut, Anda dapat bekonsultasi melalui fitur live chat di aplikasi Klikdokter. Terima kasih. 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar