Sukses

Dahak Berdarah

25 Nov 2019, 21:12 WIB
Wanita, 23 tahun.

Dok, akhir-akhir ini saat sikat gigi terdapat bercak darah di bekas pasta gigi, saya pikir itu karna gusi berdarah. Tapi karena saya merasa ada seperti dahak yang mengganjal diantara hidung dan tenggorokan maka saya coba batuk dan keluarkan, ternyata dahak yg keluar berwarna kecoklatan seperti tercampur darah. Saya cari tau melalui internet katanya bisa jadi karna bekas kotoran yg lama terendap akhirnya keluar. Namun beberapa hari kemudian saya sakit batuk pilek, ternyata saat batuk dahak yg keluar juga terdapat bercak darah yg masih berwarna merah segar. Saya sudah periksa ke dokter umum, katanya rhinitis Dan mungkin ada infeksi di tenggorokan. Namun saya masih penasaran sebenarnya darimana bercak darah tersebut berasal? Dari paru-paru atau tenggorokan atau dari hidung? Mengingat setahun yg lalu karena kedinginan hidung saya seperti mimisan tapi darah tidak mengalir melainkan hanya ada bekas darah di hidung saja. Kemudian satu bulan yg lalu bagian belakang mata/pangkal hidung terasa sangat pusing sampai 2 hari. Kemudian 2 Minggu yg lalu kepala saya merasa pusing berputar-putar seperti mau pingsan sampai beberapa hari. Saya pikir hal tersebut akibat dari sinusitis karena menurut pendapat keluarga saya yg juga mengidap sinusitis memang sinusitis bisa menyebabkan pusing seperti itu. Mengingat keluarga saya yg mengidap sinusitis parah pun tidak pernah mengalami hal seperti saya sampai berdarah. Saya jadi takut akan hal itu. Mohon jawabannya

Terima kasih telah bertanya tentang dahakberdarah menggunakan layanan Tanya Dokter 

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan.

Banyak penyebab air liur/ dahak berdarah, misalkan infeksi tuberkulosis. Namun tidak hanya pada TBC saja yang dapat menimbulkan gejala reak/dahak berdarah. Darah yang bercampur dengan reak bisa berasal dari berbagai area dari rongga mulut (gusi berdarah, iritasi tenggorokan akibat batuk yang kuat), saluran pernapasan, atau saluran pencernaan.

Dahak berdarah, atau yang dalam istilah kedokteran disebut hemoptisis, adalah ekspetorasi darah akibat perdarahan pada saluran napas di bawah tenggorokkan. Dahak berdarah bisa sangat bervariasi, mulai dari bercak darah, hingga dahak berdarah yang kental. Dahak berdarah biasanya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan (seperti TBC, bronkiektasis, pneumonia, abses paru), tumor pada saluran pernapasan, dan kelainan kardiovaskuler. Apabila dahak berdarah terjadi akibat penyakit pada saluran pernasapan, biasanya disertai dengan batuk, dan darah yang dikeluarkan berwarna merah segar dan bercampur dengan lendir, serta tampak berbusa karena adanya gelembung udara.

Namun demikian, pada beberapa kasus, seringkali penderita memiliki dahak berdarah tanpa batuk. Ini terjadi apabila penyebab dahak berdarah tanpa batuk adalah adanya sumbatan saluran napas, sehingga darah tidak dapat dibatukkan. Kondisi ini sangat berbahaya, karena darah yang tidak dapat dikeluarkan akan menggumpal dan dapat memperparah sumbatan saluran pernapasan. Selain itu, penderita tidak menyadari adanya perdarahan saluran napas, karena darah tidak “keluar”.

Penyebab dahak berdarah tanpa batuk lainnya adalah adanya masalah dalam saluran pencernaan, seperti infeksi bakteri atau virus, tumor atau kanker, sakit maag yang parah (erosive), luka pada lambung (ulcus pepticum), atau luka/radang pada kerongkongan. Dahak berdarah tanpa batuk ini dikenal dengan nama hematemesis (muntah darah), dan biasanya didahului oleh adanya aliran balik dari pergerakan saluran pencernaan. Darah yang keluar dapat tercampur oleh sisa makanan, dan warna darah yang dimuntahkan bisa merah segar atau kehitaman. Jika darah yang keluar berwarna kehitaman, biasanya terjadi gangguan pada lambung, karena darah sempat bercampur dengan asam lambung. Sedangkan jika darah yang keluar berwarna merah segar, menandakan bahwa darah tidak sempat bercampur dengan asam lambung.

Sayang sekali kami belum bisa menentukan penyebab keluhan anda dengan informasi yang terbatas. Diperlukan info lengkap; yang didapatkan dari wawancara langsung, pemeriksaan fisik dan penunjang yang penting; sehingga dapat menentukan penyebab pasti keluhan anda. Penatalaksanaan keluhan anda pun sangat tergantung dari penyebabnya. Oleh karena itu, kami sarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter mengenai keluhan ini.

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. Apabila memiliki pertanyaan lanjutkan, anda dapat berkonsultasi menggunakan fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

0 Komentar

Belum ada komentar