Sukses

Penularan HIV
05 Nov 2019, 04:10 WIB
Pria, 27 tahun.

Halo dok, saya mau tanya nih tentang penyakit HIV. To the point saja, saya GAY. Saya juga tau penyakit HIV banyak diderita kaum gay karna banyak melakukan hubungan seks beresiko. Yang mau saya tanyakan, apakah HIV bisa terjangkit pada pasangan yang keduanya negatif HIV dan hanya melakukan hubungan seks analnya ke pasangannya saja (tidak gonta ganti pasangan)???

Terimakasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Seseorang dapat terkena infeksi HIV hanya melalui beberapa aktivitas yang spesifik. Umumnya, seseorang dapat terkena atau menularkan HIV melalui aktivitas seksual dan penggunaan jarum suntik bersama-sama.

Hanya beberapa cairan tubuh penderita HIV yang dapat menularkan infeksi, yaitu darah, air mani (cairan sperma), cairan rektum (usus akhir), cairan vagina, dan Air Susu Ibu (ASI). Semua cairan ini harus berkontakan/bersentuhan dengan membran mukosa atau jaringan yang rusak (misalnya ada robekan kulit atau bagian dalam bibir/dinding dalam mulut terluka) atau disuntikan secara langsung ke dalam aliran darah (melalui jarum suntik) agar bisa tertular. Membran mukosa terdapat di rektum, vagina, penis, dan mulut.

HIV paling umum ditularkan melalui:

  • Hubungan seks anal atau vaginal dengan individu yang terinfeksi HIV, tanpa menggunakan kondom atau individu tersebut tidak mengkonsumsi obat anti HIV
  • Penggunaan jarum suntik bersama dan peralatan lainnya dengan individu yang terinfeksi HIV. Virus HIV dapat bertahan hidup pada jarum suntik hingga 42 hari tergantung pada temperatur dan faktor lainnya.

Penularan HIV yang kurang umum melalui:

  • Infeksi dari ibu yang memiliki HIV kepada anaknya selama kehamilan, kelahiran, maupun menyusui. Risiko penularan menjadi lebih tinggi bila sang ibu tidak minum obat anti-HIV.
  • Tidak sengaja tertusuk jarum atau benda tajam lain yang terkontaminasi virus HIV. Biasanya risiko ini dimiliki oleh tenaga kesehatan.

Pada kasus yang sangat jarang, HIV ditularkan melalui:

  • Seks oral (baik terhadap penis, vagina, maupun anus). Secara umum, risiko terinfeksi HIV melalui seks oral sangat kecil hingga tidak ada. Namun, secara teori mungkin terjadi apabila seorang pria yang terinfeksi HIV mengalami ejakulasi di dalam mulut pasangannya selama seks oral.
  • Menerima transfusi darah atau transplantasi organ yang terkontaminasi HIV. Ini lebih umum terjadi di tahun-tahun awal ditemukannya HIV. Saat ini, risiko ini sangat kecil karena umumnya darah yang akan ditransfusikan dan organ yang akan ditransplantasikan harus melalui uji kelayakan dan dinyatakan bebas dari kontaminasi kuman.
  • Mengkonsumsi makanan yang sudah dikunyah terlebih dulu oleh individu yang terinfeksi HIV. Kasus ini sangat jarang dan hanya terjadi pada bayi (akibat mengkonsumsi makanan yang sudah dikunyah terlebih dulu oleh pengasuh).
  • Gigitan individu yang terinfeksi HIV. Sebagian kecil (sangat kecil) kasus yang tercatat melibatkan cedera berat dengan kerusakan jaringan yang luas dan adanya darah dari penderita HIV. Tidak ada risiko penularan selama kulit tidak robek/terluka dan selama tidak ada darah yang keluar dari mulut penderita HIV. Ludah tidak menularkan HIV.

Pada prinsipnya, virus HIV harus memiliki akses langsung terhadap aliran darah untuk bisa menginfeksi. Selama tidak ada akses tersebut, tidak dapat terjadi infeksi. Dengan demikian, aktivitas yang Anda lakukan tidak berisiko menularkan HIV.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar