Sukses

Perut Panas dan Sulit BAB

27 Oct 2019, 21:53 WIB
Wanita, 26 tahun.

Dokter, saya wanita usia 26tahun,keluhan saya ,saya akhir pekan ini sering merasakan perut terasa panas sekali seperti rasa kebakaran, saya juga susah BAB, biasanya kalau makan mangga besoknya sudah bisa BAB, tapi sekarang susah, bagaimana solusinya dokter, terimakasih

Terima kasih telah bertanya tentang Perut Panas dan Sulit BAB melalui fitur Tanya Dokter.

Keluhan perut panas dapat disebabkan oleh berbagai hal. Penyebab tersering adalah karena peyakit lambung, dimana asam lambung meningkat bisa menyebabkan keluhan nyeri perut dan panas pada ulu hati dan sensasi sesak nafas. Penyakit maag adalah ganguan pada lambung dimana terjadi peningkatan asam lambung. Maag itu sebenarnya dapat disebabkan oleh banyak hal seperti infeksi kuman H.Pylori, stres, sering telat makan dsb. Nah penyebab-penyebab itu dapat menyebabkan ulkus (luka pada lambung) yang dapat menyebabkan gangguan pada dinding lambung yang lama.

Untuk mengatasi maag yang Anda dapat lakukan adalah :

  • Hindari makanan pedas, terlalu asam dan yang mengandung gas (kol, sawi, minuman bersoda)
  • Hindari dahulu konsumsi kopi atau teh.
  • Makan sedikit-sedikit namun sering (porsi kecil dan sering) bisa hingga 5x dalam sehari
  • Jangan terlambat makan (bawa bekal bila memang sulit untuk makan saat kerja)
  • Usahakan dalam diet makanan yang sehat, banyak sayur dan buah, serta karbohidrat, lemak yang sehat (hindari makanan siap saji dan daging olahan seperti sosis, chicken nugget, hot dog)
  • Coba hindari stres, coba alihkan ke kegiatan lain bila stres memang sangat menggangu.

Awalnya, Anda dapat mengonsumsi obat anti asam lambung yang berisikan antasid untuk meredakan gejala. Antasid merupakan obat untuk menurunkan asam lambung yang bekerja dengan cepat. Antasid biasanya digunakan sebagai terapi akut (saat gejala sedang muncul). Untuk terapi rumatan/maintenance dapat diberikan obat golongan PPIs seperti omeprazole atau lansoprazole. Jika dengan perubahan pola makan dan minum obat bebas tersebut, keluhan tidak berkurang, sebaiknya Anda berkonsultasi secara langsung dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah terdapat luka pada lambung Anda.

Sulit buang air besar, atau yang biasa disebut dengan konstipasi, merupakan suatu keadaan dimana feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari, selama masih ada 1x BAB dalam tiga hari maka masih tergolong normal. Susah buang air besar disebut juga konstipasi.

Konstipasi terjadi karena kecepatan makanan melewati kolon (usus besar) terlalu lambat, sehingga kolon memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyerap air yang terkandung dalam sisa-sisa makanan, dan hal ini menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi antara lain:

  1. Kurang minum untuk waktu yang lama
  2. Kurang olah raga
  3. Kurang asupakan makanan berserat
  4. Konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan
  5. Kebiasaan menunda buang air besar.
  6. Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obat penghilang rasa sakit dan pereda batuk yang mengandung kodein, obat antidepresi, obat antikejang, suplemen zat besi, beberapa jenis obat-obatan antihipertensi, dan obat-obatan yang mengandung kalsium dan aluminium
  7. Penggunaan obat-batan pencahar secara berlebihan dan untuk waktu yang lama. Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat merusak persarafan dan dinding usus besar sehingga menimbulkan terjadinya konstipasi.
  8. Kelainan hormonal, seperti pada keadaan hipotiroidisme, hiperparatiroidisme, dan keadaan dimana kadar estrogen dan progesteron tinggi dalam darah seperti saat menstruasi dan saat hamil.
  9. Adanya penyakit yang diderita yang menimbulkan gangguan pada persarafan dinding kolon seperti : kencing manis, skleroderma, dan kanker kolon.
  10. Adanya kelainan pada sistem persarafan tubuh, seperti pada penderita penyakit parkinson, multiple sklerosis, dan kelainan tulang belakang.
  11. Adanya luka pada kulit anus
  12. Adanya kelainan psikologis akibat kecemasan yang berlebihan, dan sebagainya.

Sebagian besar kasus konstipasi dapat diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari.

Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna dalam mengatasi konstipasi.

Olahraga secara teratur

Jangan menunda keinginan untuk BAB.

Untuk memperkaya wawasan Anda, baca juga :

Penyakit Maag

Berapa Kali Frekuensi Buang Air Besar yang Normal?

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan seputar Perut Panas dan Sulit BAB. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar