Sukses

Makanan yang Aman Untuk Ibu Hamil
23 Oct 2019, 17:10 WIB
Wanita, 25 tahun.

Siang dok, saya lagi hamil 23 minggu dok, apakah saya boleh mengonsumsi rutin jus tomat setiap hari dok? Apakah itu aman? Trus tensi saya 123/80 apakah itu normal dok? Trus saya mengonsumsi tomat setiap hari jg karena katanya bisa menurunkan tekanan darah jg ya dok agar tetap normal dan stabil? Apa itu aman dok? Terima kasih dok..

Terima kasih telah berkonsultasi seputar Makanan yang aman untuk ibu hamil pada fitur Tanya Dokter

 

Perlu diketahui bahwa prinsip dasar nutrisi pada masa kehamilan tidak berbeda, yaitu sehat dan seimbang. Secara jumlah kuantitas porsi tidak ada yang dikurangi, namun secara kualitas asupan yang biasa dikonsumsi diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Berikut adalah unsur nutrisi yang harus perhatikan :

Asam folat , zat vitamin yang dapat ditemukan pada sayuran berdaun hijau, sereal, buah-buahan seperti jeruk, anggur, dan buahan sitrus lainnya. Dosis yang dianjurkan adalah 400 mikrogram perhariZinc, berfungsi untuk membantu mempertahankan fungsi tubuh normal seperti penyembuhan luka, mineralisasi tulang, pertumbuhan jaringan, dan fungsi tiroid. Terdapat pada daging, makanan laut, kacang-kacangan, dan produk susuKalsium, membantu pertumbuhan tulang dan gigi janin. Mudah ditemukan pada produk susuZat besi, untuk membantu pembentukan sel darah merah. Banyak terkandung dalam daging, ikan, telur, produk whole-grain, dan sayur mayorVitamin C, sebagai antioksidan dan mecegah ibu hamil agar tidak terserang flu di masa kehamilanHindari konsumsi kaffein yang mudah ditemukan pada teh, kopi atau coklat.

Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat hamil antara lain :

1. Makanan mentah atau setengah matang

Mengkonsumsi sushi, sashimi, daging mentah, sosis, daging cincang, kerang mentah, telur berisiko terkena toksoplasmosis.

Toksoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit yang dapat ditemukan pada daging, tanah, tinja kucing, dan air yang tidak bersih. Toksplasmosis saat hamil dapat menyebabkan keguguran dan kelainan pada janin (hidrosefalus, kebutaan, tuli).

Sedangkan telur mentah atau setengah matang dapat menyebabkan keracunan bakteri Salmonella Enteriditis,gejalanya berupa diare dan muntah. Mayones, mousse,tiramisu, es krim, dan beberapa jenis saus salad juga dibuat dari telur mentah.

2. Keju lunak

Keju lunak dibuat dari keju yang tidak dipasteurisasi dan dapat menyebabkan infeksi bakteri Listeria yang berbahaya bagi ibu dan janin.

Contoh keju lunak adalah:

parmesan,feta,blue cheese,panela danmozzarella.Hindari jenis keju tersebut sekali pun pada kemasan tertulis sudah dipasteurisasi.

3. Makanan laut yang mengandung merkuri

Makanan laut merupakan sumber protein dan omega-3 yang sangat baik, namun ada beberapa yang berpotensi bahaya karena mengandung merkuri. Ikan yang berukuran besar biasanya memiliki kandungan merkuri lebih banyak. Food and Drug Association menyarankan untuk tidak mengkonsumsi ikan hiu, makarel, ikan todak, tuna, marlin,tilefish, dan swordfish. Namun bukan berarti ibu hamil membatasi makan ikan yang terpenting adalah memilih jenis ikan.

4. Buah dan Sayuran yang Tidak Dicuci

Cucilah semua buah dan sayur yang akan dikonsumsi untuk mengeliminasi bakteri dan parasit berbahaya (listeria dan toksoplasma). Terutama untuk jenis kecambah (seperti tauge), kacang-kacangan dan lobak sebaiknya dimasak hingga matang. Kurangilah segala risiko yang ada dengan memastikan memasak matang makanan yang ada.

5. Kafein & Alkohol

Kopi, teh, soft drink, minuman berenergi dapat meningkatkan risiko keguguran dan berat badan bayi rendah. Penelitian ini masih kontroversi, namun konsumsi kafein sebaiknya dibatasi tidak melebihi 200 mg/hari. Selain itu, konsumsi makanan yang mengandung kafein seperti yang terdapat pada kopi, teh dan coklat juga dapat merangsang peningkatan produksi asam lambung yang dapat memicu timbulnya gejala maag. Konsumsi alkohol saat hamil dapat menyebabkan cacat kongenital, kelainan jantung, dan retardasi mental pada janin. Tidak ada dosis alkohol yang terbukti aman dikonsumsi saat hamil. Cara terbaik adalah tidak mengkonsumsinya sama sekali.

6. Teh herbal

Keamanan dan manfaat teh herbal masih belum jelas dan belum ada studi yang meneliti. Maka dari itu, konsumsi teh herbal atau pun suplemen herbal sebaiknya dihindari saat hamil.

Kami sarankan untuk tidak mengkonsumsi obat tanpa petunjuk Dokter, dan tetaplah beraktivitas olahraga kendati durasi dan jenis gerakan harus diperhatikan. Kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan serta dokter gizi agar dapat dilakukan pemeriksaan lengkap dan tata laksana yang optimal.

 

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar