Sukses

Istri Terjangkit Sipilis Namun Suami Tidak

17 Oct 2019, 10:07 WIB
Wanita, 20 tahun.

selamat malam dok. saya ingin bertanya. ada ibu- ibu periksa dan ternyata ia menderita penyakit sifilis positif, dan hari berikutnya suaminya diperiksa dan hasilnya negatif dok. itu kok bisa ya dok, tolong dok bisa dijelaskan

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter terkait sifilis.

Kami akan menjelaskan sekilas mengenai sifilis. Pada dasarnya Sifilis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Sifilis ditularkan melalui kontak seksual dengan lesi terinfeksi, dari ibu ke anak dalam rahim, melalui transfusi darah, dan sangat jarang sekali melalui luka di kulit yang terkena dengan luka sifilis.

Sifilis dibagi menjadi sifilis primer, sekunder dan latent. Sifilis primer terjadi 3 minggu setelah kontak dengan penderita.

Gejala yang muncul adalah luka pada kelamin disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Luka yang muncul biasanya satu luka dapat besar atau kecil. Sifilis sekunder terjadi 2 - 10 minggu setelah luka pada kelamin dan dapat melebar 3 - 4 bulan setelah infeksi. Luka pada sifilis sekunder ini menyebar ke seluruh tubuh dimana bentuk luka tersebut adalah merah-merah terkadang disertai perasaan mual, nyeri dan lemas.

Bentuk sifilis ini dapat menyebar ke otak dan menyebabkan kematian. Bentuk latent dapat timbul setelah 25 tahun terinfeksi, gejala yang dapat muncul dapat berentuk sifilis jenis primer ataupun sekunder yang dapat menginfeksi otak dan menyebabkan kematian. 

Pada umumnya di laboratorium terdapat 2 macam pemeriksaan untuk sifilis (pemeriksaan antibodi):

  • Untuk skrining: VDRL (Venereal Disease Research Laboratories) dan RPR (Rapid Plasma Reagin)
  • Untuk diagnosis: FTA-ABS (Fluorescent Treponemal Antibody Absorption test)  dan TP-PA(Treponema pallidum Particle agglutination assay)

Sementara mengenai herpes genital. Virus herpes memiliki masa inkubasi 3-5 hari, setelah itu pada daerah kemaluan akan timbul gerombolan vesikel, di atas kulit kemerahan dan dirasakan nyeri, bila pecah meninggalkan bekas. Sering disertai pembesaran kelenjar yang nyeri. Penyakit sembuh dalam 2-3 minggu. Penyakit ini tidak mengancam nyawa pada orang dewasa namun sering kumat, timbul pada tempat yang sama dan biasanya lebih ringan dari gejala infeksi pertama. Penularannya hampir selalu terjadi melalui hubungan seksual. Penyakit ini disebut dengan Herpes Simpleks.

Herpes simpleks adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks tipe I atau tipe II yang ditandai oleh adanya vesikel (gelembung) berkelompok di atas kulit yang sembab dan merah, mengenai alat kelamiin dan mukosa mulut. Sedangkan herpes zoster adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zooster (virus cacar) yang menyerang kulit dan mukosa. Penyakit herpes simpleks termasuk dalam kategori penyakit infeksi menular seksual karena ditularkan terutama melalui hubungan seksual.

Infeksi Herpes Simpleks Virus tipe 2 adalah infeksi virus yang umumnya dapat terlihat pada kemaluan seseorang, dan ditularkan melalui hubungan intim atau seksual. 

Apakah herpes bisa diobati? Setelah infeksi primer, HSV akan menjadi laten (menetap) di sel saraf dan apabila kondisi Anda sedang drop atau kekebalan tubuh menurun, maka HSV dapat kambuh kembali. Dan hingga saat ini belum ada terapi yang dapat memberikan kesembuhan total terhadap infeksi virus herpes simpleks. Akan tetapi pemberian obat antivirus tertentu (seperti asiklovir, valasiklovir, famsiklovir) dapat membantu memendekkan durasi penyakit dan memperpanjang interval kekambuhan.

Yang terpenting adalah menjaga kekebalan tubuh dengan asupan nutrisi cukup, istirahat cukup, dan berolahraga secara teratur. Dan mengingat virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual, maka sebaiknya pasangan Anda juga menjalani pemeriksaan yang sama, karena keduanya harus diobati jika terbukti positif menderita HSV. Jika infeksi virus sudah tidak aktif tidak akan menukar ke orang lain, akan tetapi kami sarankan agar Anda setia melakukan hubungan seksual pada satu pasangan, menggunakan kondom lateks secara konsisten dan benar ketika berhubungan untuk mengurangi risiko penularan herpes, jika gejala herpes muncul kembali segera hentikan aktifitas seksual. Namun kesimpulannya adalah penyakit ini adalah penyakit yang ditularkan karena hubungan seksual

Demikian penjelasan dari kami terkait sifilis, terima kasih

1 Komentar