Sukses

Cara Mengatasi Jerawat Saat Pubertas

01 Oct 2019, 15:36 WIB
Pria, 17 tahun.

Dok,dr umur 13 tahun saya sudah jerawatan,saya mengerti kalo jerawat memang pd masa puber selalu pergi dan kembali .Tapi ada jerawat saya yang dihidung,dulu sy belum ngerti jerawat,saya pecahkan dan sekarang bekasnya jadi seperti bentol panjang seperti digigit nyamuk,dalam ruangan sih normal saja tapi kalo sudah di luar jadi memerah dan idung saya seluruhnya ikut memerah,apa ada solusi dok?soalnya suda 4 tahun tapi tak kunjung sembuh mau pakai obat apapun

Terimakasih telah bertanya tentang jerawat melalui fitur Tanya Dokter.

Usia Anda tergolong remaja, di mana hormon-hormon sedang aktif-aktifnya. Salah satu hormon yang berperan terhadap timbulnya jerawat ialah hormon testosteron, baik pada pria maupun wanita. Saat pubertas (remaja), hormon ini cenderung fluktuatif dan ada saat-saat di mana kadarnya cukup tinggi hingga memicu jerawat.

Secara umum, jerawat dapat muncul karena kombinasi faktor-faktor berikut. Semua faktor ini harus ada agar jerawat bisa timbul.

- Stress

- Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya komedo dan jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi minyak kulit secara berlebihan.

- Kelenjar minyak yang terlalu aktif.

- Keturunan dari orangtua

- Bakteri di pori-pori kulit

Obat-obat untuk jerawat ditujukan untuk mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Obat yang dapat digunakan adalah retinoic acid/asam retinoat, benzoil peroksida, dan antibiotik topikal/oles. Sebagian besar obat-obatan jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum tergantung derajat keparahan jerawat.

Untuk pengobatan awal, biasanya digunakan krim asam retinoat dioleskan pada malam hari setiap hari. Selain untuk mengobati komedo dan jerawat, obat ini dapat pula mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit. Pada awal penggunaan, jerawat dapat muncul semakin banyak, kulit menjadi merah serta mengelupas, namun penggunaan obat harus tetap dilanjutkan sampai minimal 3 bulan, jika perlu seterusnya.  

Selain dengan obat-obatan, jerawat juga dapat dikendalikan melalui pola makan yang baik, kebiasaan membersihkan wajah dan pengelolaan stres yang baik.

Berikut adalah tips-tips untuk mengurangi dan mencegah jerawat:

1. Kurangi stres dengan menambah jam tidur.

2. Batasi konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, terlalu berminyak, dan pedas.

3. Ambil waktu rutin untuk berolahraga.

4. Minum air putih 8-10 gelas/hari.

5. Gunakan sunscreen, jika Anda mudah berjerawat, cari yang mengandung bahan kimia seperti avobenzone, oxybenzone, methoxycinnamate octocylene, dan zinc oxide. Pastikan terdapat label noncomedogenic.

6. Tingkatkan konsumsi asam lemak Omega-3, yang bisa didapat dari suplemen atau makanan seperti alpukat, salmon, dan tuna.

7. Cuci muka, punggung, leher atau dada dengan sabun khusus jerawat atau sabun bayi 2-3x sehari terutama setelah beraktivitas/berkeringat dan setiap habis bepergian dari luar rumah.

8. Bersihkan kulit Anda 3-4x/minggu dengan scrub khusus wajah, untuk mengangkat sisa-sisa kulit kering agar tidak menutup pori-pori.

9. Bersihkan ponsel Anda secara rutin dari kuman.Untuk mengatasi bekas jerawat, cara yang dipilih tergantung dari luas serta kedalaman bekas jerawat. Pada keadaan ringan, bekas jerawat dapat memudar hanya dengan pemberian hidrokuinon 2% (termasuk dalam dosis aman). Krim ini hanya dioleskan tepat pada daerah bekas jerawat. Selain itu, bekas jerawat juga dapat disamarkan dengan cara pemberian krim malam yang umumnya mengandung asam retinoat yang diresepkan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin. Cara lain dengan prosedur chemical peeling. 

Kedua prosedur tersebut (krim malam yang mengandung asam retinoat dan chemical peeling) bekerja dengan cara mempercepat proses regenerasi kulit, sehingga sel-sel kulit baru akan lebih cepat timbul. 

Namun, sebelum memilih dan melakukan prosedur tersebut, sebaiknya Anda kembali berkonsultasi dengan dokter kulit untuk dilihat terlebih dahulu kedalaman bekas jerawat, jenis kulit, dan adakah reaksi alergi. Setelah itu, baru ditentukan metode yang terbaik untuk Anda.

Bila kulit Anda berminyak, berjerawat dan juga disertai komedo, Anda perlu melakukan facial secara rutin. Lengkapnya dapat Anda baca di sini: Perlukah Facial Pada Wajah yang Berkomedo?

Kami sertakan pula kumpulan artikel mengenai jerawat:

Jerawat5 Bahan Alami Mengatasi Jerawat8 Hal yang Harus Dihindari dalam Perawatan JerawatDiet Rendah Karbohidrat Baik untuk JerawatStress dapat Memperparah Jerawat10 Cara Mudah Mengatasi Jerawat7 Cara Menghilangkan Komedo4 Cara Mudah Untuk Mencegah Bekas JerawatCara Aman Memencet Jerawat Agar Tidak IritasiAwas! Jangan Sembarang Obati Jerawat!Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar jerawat. Semoga bermanfaat. (FA)

0 Komentar

Belum ada komentar