Sukses

Cara Mengatasi Konstipasi Pada Bayi

01 Oct 2019, 13:02 WIB
Wanita, 25 tahun.

Siang dr... Saya mau bertanya, anak saya usia 7 bulan mengalami kesulitan BAB, Dia bisa BAB tapi kesakitan mengejan kemudian seperti belun tuntas gitu pup nya. Bolehkah dikasih Mikrolax? Atau ada solusi lain? Dan biasanya faktor apa ya bisa begitu? ~Trimakasih sebelum dan sesudahnya. Salam NAZMAH

Terima kasih telah menggunakan fitur tanya dokter.

mengingat usia bayi 7 bulan dan baru makan (MPASI) kemungkinan susah BAB disebabkan akibat perubahan texture makanan dari susu menjadi lebih padat. Hal ini adalah hal yang normal terjadi sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Berapa lama anak tidak bab? APakah adan terlihat rewel?

Untuk membantu kelancaran BAB anda dapat memebrikan pepaya sebagai menu MPASI anak, hindari pemberian pisang. 

Penyebab bayi sulit BAB yang paling sering ditemui adalah sebagai berikut:

1. Bayi dengan susu formulaBayi yang mengonsumsi susu formula lebih rentan mengalami konstipasi. Hal ini dikarenakan protein yang terkandung dalam susu formula menyebabkan pergerakan usus menjadi lebih jarang.

Selain itu, bisa juga dikarenakan jenis susu formula, cara penyajian, dan merek susu formula itu sendiri yang tidak cocok dengan bayi Anda. Oleh karena itu, pemilihan susu formula sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak Anda.

Sedangkan pada bayi yang ASI eksklusif, tidak ada batasan khusus kapan bayi dikatakan konstipasi atau diare. Frekuensi BAB bayi sangat bervariasi, mulai dari 4-10 kali sehari atau bisa jadi hanya sekali dalam 3-14 hari.

2. Kurang aktivitasKurangnya aktivitas atau kurang bergerak bisa memicu konstipasi pada bayi dan anak. Karenanya, buatlah bayi lebih banyak bergerak. Ini akan membantu pergerakan usus menjadi lebih aktif, sehingga bayi pun akan terhindar dari konstipasi.

3. Makanan padatBayi yang diberi makanan padat terlalu dini dapat menyebabkan usus sulit mencerna. Maka dari itu, Anda disarankan memulai makanan pendamping ASI (MPASI) di usia 6 bulan dengan jenis makanan bertekstur halus terlebih dulu.

4. Adanya penyakit tertentuSulit BAB, atau bahkan tidak bisa BAB sama sekali, juga dikaitkan dengan beberapa penyakit salah satunya adalah penyakit Hirschprung. Penyakit ini merupakan kelainan bawaan yang ditemukan pada bayi. Kelainan terdapat pada usus besar (kolon), berupa tidak adanya saraf pada salah satu bagian usus besar yang menyebabkan kontraksi usus terganggu.

Perlu diketahui, seiring bertambahnya usia, frekuensi BAB bayi akan makin berkurang. Ini disebabkan karena pencernaan bayi sudah mulai bisa mencerna makanan yang lebih kompleks, serta semakin banyak nutrisi yang terserap. 

Untuk pemberian pencahar tidak boleh diberikan pada anak dibawah 3 tahun. Untuk itu anda bisa melakukan tips dibawah ini untuk melancarkan bab bayi.

• Gerakkan kaki bayiLakukan gerakan seperti mengayuh sepeda. Caranya, letakkan bayi di atas tempat tidur yang nyaman. Pegang pergelangan kaki bayi sebelah kiri, lalu lakukan gerakan mengayuh. Lakukan juga di kaki kanannya. Tujuan gerakan ini adalah untuk merangsang usus agar berkontraksi, juga mencegah bayi kembung akibat gas yang terperangkap.

Pijat perut bayiLakukan pemijatan secara perlahan dan lembut di perut bayi dengan pola memutar searah jarum jam, dari tengah pusar keluar. Anda dapat menggunakan minyak telon ataupun minyak kayu putih yang dapat memberikan efek hangat untuk membantu proses BAB bayi.

Mandi air hangatMandi atau berendam dengan air hangat dapat merangsang tubuh bayi lebih relaks dan memicu kontraksi usus.

Perbanyak sayur dan buah untuk ibu menyusuiUntuk Anda yang sedang memberikan ASI eksklusif, perbanyak konsumsi buah dan sayur atau makanan berserat lainnya. Ini akan membantu bayi mendapatkan nutrisi serat yang penting bagi pencernaannya.

Sesuaikan takaran susu formulaUntuk bayi yang minum susu formula, perhatikan petunjuk takaran pengenceran susu.

Perhatikan jenis susu dan merekBeberapa jenis susu dan merek susu formula mempengaruhi pencernaan bayi. Pada bayi yang mengalami sulit BAB, susu formula dapat diganti dengan merek lain yang lebih cocok.

Konsumsi banyak serat dan minum air putihUntuk bayi yang sudah beranjak dewasa alias yang sudah masa MPASI, dapat direkomendasikan untuk memperbanyak makan sayur, buah, dan minum air putih.

Demikian, semoga bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar