Sukses

Penatalaksanaan Mioma Uteri
18 Sep 2019, 17:30 WIB
Wanita, 23 tahun.

Permisi dok, saya mau bertanya. Ibu saya berumur 48th, dinyatakan memiliki tumor (miom). Miomnya ada 2, ukuran 5cm dan setengahnya, posisinya menempel di luar dinding rahim. Ibu saya sudah berkonsultasi dengan dr, hasilnya dirujuk untuk operasi. dr kandungan menyarankan untuk operasi pengangkatan beserta rahimnya karena kondisi ibu saya yg tidak akn punya anak lagi dan sendiri (ayah saya sdh meninggal). Sejauh ini belum ada gelaja yg dirasakan ibu saya. Yang saya tanyakan, apakah ada cara lain selain operasi? Jika harus operasi, apakah rahimnya harus diangkat juga? Selain itu, apakah memungkinkan untuk melakukan operasi tanpa sayatan yg besar (layakny operasi pd umumnya)? Mohon penjelasannya dok. Terima kasih sebelumnya

Terima kasih telah berkonsultasi seputar penatalaksanaan Mioma Uteri pada fitur Tanya Dokter

 

Penanganan mioma rahim akan sangat bergantung pada ukuran dan keparahan gejala yang dialami penderita. Bahkan terkadang, mioma pada rahim tidak mendapat penanganan apa pun selain pemantauan ketika tidak menimbulkan gejala apa pun, atau gejalanya tidak terlalu mengganggu.

Pemberian obat-obatan juga menjadi salah satu pilar penanganan penyakit ini. Namun, tujuan pemberian obat bukanlah untuk menghilangkan mioma, melainkan untuk meredakan rasa nyeri yang bisa amat menyiksa, misalnya pada kondisi miomadi rahim yang terpuntir.

Obat-obatan juga dapat bertujuan untuk mengatur siklus menstruasi. Dengan begitu, perdarahan menstruasi yang berlebihan dapat dicegah. Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat-obatan yang dapat menghilangkan mioma dengan sempurna.

Cara yang dapat dipilih untuk menghilangkan mioma secara total memang hanya dengan operasi, namun tidak melulu operasi besar. Saat ini, kemajuan ilmu kedokteran memungkinkan penanganan mioma dengan sempurna hanya dengan sayatan kecil.

Pembuangan mioma (miomektomi) dapat dilakukan dengan cara laparoskopi, sehingga tidak dibutuhkan sayatan yang besar untuk membuang miom.

Bahkan, menghilangkan mioma juga dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang dimasukkan ke pembuluh darah. Dengan menutup pembuluh darah yang menyuplai mioma, maka lama-kelamaan jaringan mioma akan mati dengan sendirinya. Metode ini disebut sebagai embolisasi arteri uterine.

Teknik laparoskopi juga dapat dikombinasikan dengan alat yang menghantarkan radiofrekuensi maupun aliran listrik. Aliran ini akan mematikan pembuluh darah yang menuju ke miom, sehingga secara otomatis miom kehabisan suplai darah dan mati. Cara ini disebut sebagai miolisis.

Biasanya, salah satu kekhawatiran yang muncul ketika seseorang terkena mioma adalah perubahan mioma menjadi kanker. Hal ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan, sebab angka kejadiannya sangat jarang. Sejauh ini, insiden perubahan mioma rahim menuju kanker hanya terjadi sekitar 0,2 persen.

Cara-cara di atas tentunya harus disesuaikan dengan kondisi penderita dan karakteristik miom itu sendiri. Bila kondisi kesehatan Anda memungkinkan serta fasilitas tersedia, Anda yang takut dengan operasi besar (histerektomi) bisa memilih operasi dengan sayatan kecil.

Prosedur tersebut tidak menimbulkan kerusakan jaringan yang besar serta waktu pemulihannya lebih cepat. Yang terpenting, hasil pemeriksaan kesehatan menyatakan Anda memenuhi syarat untuk ditangani dengan prosedur tersebut.

 

Demikian Informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar