Sukses

Anak 2.5 Tahun Susah BAB
18 Sep 2019, 09:52 WIB
Wanita, 22 tahun.

Selamat malam Dok. Dok mau tanya dong,anak saya kan usiannya 30bln. Tiap dia mau pup di suka rewel dari 2/3 hari sebelumnya malah suka nangis histeris sampe dia ngeden ngeden smpe kaki keangkat sebelh/jinjit yang saya pikir udah keluar pup nya ternyata belum. Padahal dia minumnya bnyak makan syur nya juga suka meskipun wortel aja buah juga suka.. kenapa ya Dok.? Kasian ngeliatnyawktu itu udah di bwa ke dokter beberapa bulan yang lalu katanya kurang minum. Udah di kasih obat juga tapi setelah beberapa bluan kemudian seperti itu lagi..

Terima kasih telah bertanya seputar anak sulit BAB melalui Tanya Dokter.

BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Apakah anak Anda diberikan susu formula? Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Susu formula lebih sulit untuk dicerna karena umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Jika anak Anda diberikan susu formula, Anda dapat menyiasatinya dengan memberikan susu formula yang lebih encer (tidak terlalu kental) agar lebih mudah dicerna, dan pastikan agar bayi Anda tidak kurang minum.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar:

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.
  • Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Yang perlu anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi anda, kami sarankan sebaiknya anda segera membawa bayi anda ke dokter spesialis anak.

Demikian yang dapat kami smapaikan seputar anak sulit BAB, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar