Sukses

Hasil Pemeriksaan TBC pada Anak.
05 Sep 2019, 07:07 WIB
Pria, 32 tahun.

Malam dok ! Anak saya berusia 5 tahun telah melakukan test mantoux dan hasilnya negtif, namun Laju Endap Darahnya tinggi 50 mm/jam. Apa artinya dok ? Bagaimana cara mengatasinya ? Dokter yang menangani merujuk untuk melakukan test igra, haruskah di test igra ? Terima kasih

Terima kasih telah menggunakan fitur tanya dokter terkait Tuberculosis pada anak

Sayang sekali anda tidak menjelaskan gejala klinis apa yang dialami oleh anak, berikut yang dapat kami jelaskan dalam keterbatasan informasi yang diberikan 

laju endap darah yang tinggi menunjukkan adanya peradangan atau kerusakan sel yang dapat disebabkan oleh berbagai hal, berdasarkan rujukan dokter yang memeriksa anak anda sepertinya dicurigai penyebabnya adalah infeksi tuberculosis.

apakah anak anda mengalami gejala klinis yang condong ke tuberculosis misalnya, batuk lama? adanya keringat malam? atau ada hasil foto rontgen yang menunjukkan adanya indikasi tersebut? Informasi mengenai hal ini perlu dilengkapi agar dapat ditentukan pemeriksaan penunjang apa yang diperlukan.

Sedangkan gejala umum untuk tuberculosis pada anak sendiri berikut penjelasannya : 

Nafsu makan tidak ada (anoreksia) atau berkurang, disertai gagal tumbuh (failure to thrive).Masalah Berat Badan (BB).BB turun selama 2-3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas, ATAUBB tidak naik dalam 1 bulan setelah diberikan upaya perbaikan gizi yang baik ATAUBB tidak naik dengan adekuat.Demam lama (≥2 minggu) dan atau berulang tanpa sebab yang jelas (bukan demam tifoid, infeksi saluran kemih, malaria, dan lain lain). Demam yang umumnya tidak tinggi dan dapat disertai keringat malam. Lesu atau lemah, anak kurang aktif bermain.Batuk lama ≥3 minggu, batuk bersifat non-remitting (tidak pernah reda atau intensitas semakin lama semakin parah) dan penyebab batuk lain telah disingkirkan;Keringat malam dapat terjadi, namun keringat malam saja apabila tidak disertai dengan gejala-gejala umum lain bukan merupakan gejala spesifik TB pada anak.

Memang untuk mendiagnosis TB pada bayi atau anak cukup sulit, mengingat gejalanya yang tidak spesifik. Saat ini para dokter menggunakan sitem skoring untuk mendeteksi seorang anak terkena penyakit TB. Dalam skoring tersebut nilai tertinggi bila didapatkan hasil uji tes mantoux positif ((≥10mm, atau ≥5mm pada keadaan imunokompromais/sistem imun rendah) dan adanya riwayat kontak dengan orang dewasa penderita TB aktif dan menular. Jika hasil skoring melebihi nilai normal, maka Anak harus diterapi sebagai penderita TB.

Namun demikian, jika anak yang kontak dengan pasien BTA positif dan uji tuberkulinnya positif namun tidak didapatkan gejala, maka anak cukup diberikan profilaksis atau terapi pencegahan terutama anak balita.

Saran Kami, Sebaiknya Anda berkonsultasi dan mengikuti saran dokter spesiali Anak yang telah merawat Anak Anda mengenai tahapan lanjutan dalam penanganan terhadap kondisi Anak Anda, agar dapat ditangani segera dan menghindari komplikasi yang tidak diinginkan. Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar