Sukses

Penggunaan Softlens pada Mata Minus dan Silinder

03 Sep 2019, 10:27 WIB
Wanita, 19 tahun.

Dok, mata kiri saya minus 2 + silinder 0.5 sedangkan mata kanan saya minus 2,25 + silinder 0.75. Saya ingin memakai softlens. Apabila saya hanya mengenakan softlens minus saja tanpa silinder apakah berbahaya?

Terima kasih telah bertanya tentang Penggunaan Softlens pada Mata Minus dan Silinder melalui fitur Tanya Dokter

Penggunaan softlens pada mata minus dan mata silinder sebaiknya dikonsultasikan dulu ke dokter ahli yaitu spesialis mata. Karena penggunaan softlens yang tidak sesuai dengan ukurannya dapat membuat mata Anda semakin rusak.

Mata minus atau Miopia disebut rabun jauh karena berkurangnya kemampuan melihat jauh tapi dapat melihat dekat dengan lebih baik.

Miopia terjadi jika kornea (terlalu cembung) dan lensa (kecembungan kuat) berkekuatan lebih atau bola mata terlalu panjang sehingga titik fokus sinar yang dibiaskan akan terletak di depan retina.

Mata minus selain dipengaruhi oleh faktor genetik bentuk bola mata juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti yang telah dipaparkan di atas. Kecepatan terjadinya minus juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari.

Pada dasarnya, progresivitas rabun jauh akan menjadi stabil mulai usia 20 tahun, artinya minus tidak akan bertambah, atau kalaupun bertambah hanya sedikit.

Koreksi mata miopia dengan memakai lensa minus/negatif ukuran teringan yang sesuai untuk mengurangi kekuatan daya pembiasan di dalam mata. Biasanya pengobatan dengan kaca mata dan lensa kontak. Untuk mencegah penambahan minus, sebaiknya pasien juga menjalani gaya hidup sehat bagi mata, seperti mengatur jarak baca 40 - 45 cm dengan cahaya yang cukup, mengistirahatkan mata setiap kali melakukan kegiatan membaca buku atau menggunakan komputer, serta makan makanan yang banyak mengandung vitamin A.

Sedangkan satu-satunya cara untuk mengurangi minus dengan tindakan medis adalah dengan melakukan pembedahan pada kornea mata, yaitu dengan keratotomi radial, keratotomi fotorefraktif, atau Laser Asissted In situ Interlamelar Keratomilieusis (LASIK).

Hal yang serupa juga berlaku sama dengan kelainan astigmatisme.

Silindris disebut juga astigmatisme, merupakan kelainan refraksi pada kornea atau lensa mata. Hal ini disebabkan karena kelengkungan kornea atau lensa mata tidak seragam.

Kelainan reftaksi pada astigmatisme menyebabkan banyangan jatuh tidak pada satu titik, akhirnya menyebabkan benda tampak kabur. Hal ini terjadi karena kelengkungan kornea atau lensa yang tidak simetris seperti bola.

Penyebab dari astigmatisme masih belum diketahui namun belum ada yang menyebutkan bahwa penyakit ini adalah penyakit genetik. Kelainan refraksi ini dapat dikoreksi dengan lensa silindris atau dengan pembedahan mata seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Untuk memperkaya wawasan Anda, baca juga :

Astigmatisme

Kelainan Refraksi

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan seputar Penggunaan Softlens pada Mata Minus dan Silinder. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar