Sukses

Menghadapi Perilaku Anak

01 Sep 2019, 20:41 WIB
Pria, 29 tahun.

Saya single parent dengan 1 anak laki-laki umur 14 tahun kelas 2 SMP. Sebelumnya saya mau menyampaikan bahwa mungkin cerita saya beberapa sangat sensitif mungkin karena saya belum pernah konsultasi tentang psikologi anak jadi saya harap dokter dapat memaklumi. Saya mempunyai keluhan dan kekhawatiran terhadap kondisi anak saya yang sudah beranjak remaja tetapi masih berperilaku seperti anak kecil dan sangat ingin dimanja oleh orang tuanya. Awalnya saya merasa maklum karena dia adalah anak saya satu satunya begitupun saya adalah orang tuanya satu-satunya jadi mungkin dia merasa perlu lebih banyak kasih sayang dan mungkin juga merasa kesepian karena dirumah saya hanya ada tiga orang, yaitu kami berdua dan satu orang ART yang hanya bekerja pagi sampai sore lalu pulang dan juga yang menjemput anak saya ketika pulang sekolah.

Keluhan saya adalah kebiasaannya sehari hari yang dilakukan oleh anak saya diantaranya; Beberapa kali dalam satu bulan minta tidur dengan saya entah dia minta dikamarnya atau dikamar saya. Untuk hal ini saya masih memaklumi karena sedari kecil hingga sampai kelas 5 SD selalu tidur dengan saya baru setelah kelas 6 SD setelah disunat mulai mau tidur sendiri untuk beberapa hari dalam seminggu. Kondisi saat tidur yaitu anak saya hanya memakai (maaf) celana dalam saja, jadi saya tidak menghidupkan ac kamar karena takut nanti dia masuk angin dan kadang kalau sudah larut malam karena udara didalam kamar panas dia membuka celana dalamnya dan tidur dengan keaadaan (maaf) telanjang bulat.

Kondisi ini terjadi saat tidur dengan saya maupun saat tidur sendiri dikamarnya jadi saya selalu terbangun di tengah malam untuk menyelimutinya dan pagi harinya saat saya membangunkan untuk sekolah dia bangun dan keluar kamar juga masih dalam keadaan telanjang bulat, saya selalu menyuruhnya untuk mamakai pakaian tapi tidak pernah mau. Anak saya tidak mau mandi sendiri selalu minta dimandikan oleh saya jadi saya selalu memandikannya setiap hari. Saya sudah berulang kali menyuruhnya untuk mandi sendiri tetapi selalu menolak dan tidak mau mandi, karena agar tidak terlambat ke kantor dan mengantarkan dia ke sekolah saya memandikan dia dulu lalu setelah itu dia ganti baju dan sarapan, baru saya persiapan.

Pernah beberapa kali karena kesiangan jadi saya sampai terpaksa mandi barengan untuk mempersingkat waktu. Anak saya jarang keluar rumah, seringnya mengajak teman2nya main kerumah, biasaya mereka main game atau main PS. tapi ketika anak saya diajak main dirumah temannya dia jarang mau. Dia lebih senang main game dirumah sendirian, atau ketika saya sudah pulang dari kantor biasaya main dengan saya atau kita renang bareng dikolam renang rumah dan lagi2 dia tidak mau memakai pakaian renang dan renang dalam keadaan telanjang bulat mungkin itu kebiasaannya sejak kecil selalu renang telanjang tapi sekarang dia sudah 14 tahun, saya juga sudah sering memperingatkan untuk memakai celana renang atau celena biasa atau paling tidak menyuruhnya untuk pakai celana dalam tapi tetap tidak mau dia tetap telanjang bulat sampai sore hari dan bisanya setelah renang saya harus memandikan dia lagitapi biasaya untuk mandi sore ini kita seringnya ribut dulu karena kadang dia setelah renang langsung kabur kedalam rumah untuk main petak umpet kemudian dia lari2 dan saya harus menangkapnya untuk untuk mandandikan dia, memang itu kebiasaan saya dengan anak saya sedari kecil bermain untuk menghabiskan waktu di sore hari yang berlanjut sampai sekarang saya memaklumi itu tapi seiiring berjalannya waktu saya merasa kebiasaan ini harus dihilangkan karena dia sudah 14 tahun dan masih main kejar tangkap dan lari-larian didalam rumah apalagi dia sambal telanjang bulat begitu Saya juga sudah tahu kalau anak saya sudah baligh dan puber karena beberapa hari yang lalu saat tidur pagi harinya saya mau membangunkannya tapi saya lihat di ranjang tempat tidur agak basah awalnya saya pikir dia ngompol karena beberapa kali saat tidur dia mengompol waktu masih sd karena kebiasaan tidur telanjangnya itu, tapi setelah saya lihat lagi ternya dia mengalami mimpi basah, lalu saya juga melihat sudah tumbuh rambut di (maaf) kemaluaannya, dan sejak itu saya sering melihat dia (maaf) ereksi saat disaat saya memandikannya, saat tidur dan juga saat renang saya tahu itu hal yang wajar dan normal untuk setiap anak lelaki seusianya, tetapi saya rasa tidak dengan kondisi anak saya dimana tidak ada rasa malu untuk telanjang bulat didepan saya juga didepan pembantu saya (untung saja pembantu saya pria), juga kondisi tidur telanjang dengan saya, renang telanjang dan lari telanjang keliling rumah itu bukan hal yang wajar menurut saya. Setiap saya beri nasihat dan memperingatkannya untuk menghilangkan kebisaan tersebut anak saya selalu menolak dan mengatakan kalau adek pengen disayang papah lalu saya hanya bisa memeluknya dan mengatakan bahwa saya sangat sayang sekali padanya.

Pernah ketika saya melarangnya untuk tidur bareng saya dalam telanjang besoknya dia diam dan tidak mau bicara, ketika saya menolak untuk memandikannya dia tidak mau berangkat sekolah, dan ketika saya melarangnya untuk renang telanjang dan berlarian telanjang dirumah dia tidak mau makan, jadi saya merasa bingung harus bagaimana lagi. Saya hanya tidak mau pertumbuhannya terganggu dan saya takut kebiasaan ini terus terbawa terus sampai dewasa, satu tahun lagi di akelas 3 SMP lalu SMA, saya hanya tidak mau kalau kebiasaannya ini diketahui oleh teman2nya dan menjadi bahan ejekan dan bullian yang akhirnya akan menggangu mental anak saya. saya sangat berharap dokter dapat membantu saya untuk mengatasi kondisi ini dan meberikan metode bagaimana saya harus bertindak.

Terima kasih telah menggunakan fitur tanya dokter.

Kami mengerti kekhawatiran anda. Dikarenakan kebiasaan yang tidak wajar ini telah terjadi bertahun-tahun dan tidak mampu anda atasi sendiri sebagai orangtua, ada baiknya anda segera membawa anak untuk berkonsultasi dengan psikolog anak ataupun psikiater. Hal ini ditujukan untuk mengetahui apa sebetulnya penyebab perilaku menyimpang yang dilakukan anak anda serta agar dapat menatalaksana lebih lanjut kondisi anak. Lebih cepat diketahui tenti akan lebih baik hasil pengobatannya kelak. 

Saran saya untuk saat ini, berikan pengertian secara terus-menerus tanpa henti mengenai batasan-batasan apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan anak. Perlahan namun secara terus-menerus agar anak lama-kelamaan bisa menerima. Namun jika merasa tidak ada perkembangan sebaiknya jangan ragu membawanya ke dokter ataupun ke psikolog. 

Semoga jawaban ini sedikit banyak bisa membantu anda. 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar