Sukses

Benjolan penis

01 Sep 2019, 20:42 WIB
Wanita, 16 tahun.

Dok mau tanya, awalnyakan kulit dibagian selangkangan saya kan gatal gatal beberapa hari gitu, naa kan trus bintik bintik merah gatal... habistu di ujung kepala penis ada benjolan dok merah engga gatal tp keras kecil, lama lama beas kek merata habistu keras trus ada airnya kadang kadang, trus kering gitu naa lama lama kek mau sembu tp trus ada lagi itu apa ya dok?

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

Untuk memastikan diagnosis Anda, selain diperlukan informasi-informasi yang mendetil dan lengkap juga perlu didukung dengan pemeriksaan fisik langsung oleh dokter. Pertanyaan-pertanyaan lain yang harus dijawab adalah:

•   Bagaimana bentuk benjolan tersebut, apakah bulat dengan tepi teratur, atau bentuk tidak beraturan?

•   Berapa ukuran benjolan tersebut (dalam satuan mm atau cm)?

•   Bagaimana warnanya? Apakah terdapat warna kemerahan pada benjolan tersebut dan area disekitarnya?

•   Apakah benjolan terasa nyeri?

•   Sejak kapan benjolan tersebut timbul?

•   Apakah ukurannya semakin membesar atau menetap?

•   Apakah benjolan tersebut hilang timbul atau menetap?

•   Pernahkan Anda mengalami keluhan seperti ini sebelumnya?

•   Apakah benjolan tersebut berisi air/nanah?

•   Adakah keluhan lain yang Anda rasakan?

Benjolan di penis dapat disebabkan oleh infeksi biasa, infeksi menular seksual, alergi, kista, hingga penyakit autoimun.

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:

•   Hirsutis corona glandis (pearly penile papules). Bintik-bintik berbentuk kubah atau runcing dengan diameter kurang dari 0,5 cm, Dapat sewarna kulit atau tampak keputihan dan biasanya berada di kepala penis. Bintik-bintik ini tidak ditularkan melalui hubungan seksual, serta tidak berbahaya.

•   Moluskum kontagiosum, adalah infeksi virus pada kulit berbentuk bulat, berbatas tegas, yang dapat gatal dan meradang. Di bagian tengahnya terdapat bintik putih yang ketika dikeluarkan konsistensinya seperti nasi.

•   Infeksi kutu kelamin. Ini paling sering terjadi pada remaja, dapat menimbulkan gatal, kemerahan, dan rasa panas/perih di kemaluan.

•   Herpes genitalis akibat infeksi virus Herpes Simpleks. Biasanya berupa bintil berisi cairan jernih atau nanah, yang berkelompok. Kulit di dasarnya berwarna kemerahan dan bisa terdapat nyeri.

•   Skabies. Disebabkan oleh tungau kecil yang menyebabkan gatal, terutama di malam hari.

•   Infeksi jamur. Biasanya ruam kemerahan disertai rasa gatal dan kulit bersisik.

•   Kista yang terbentuk akibat folikel rambut kemaluan tertutup.

•   Kutil kelamin.

•   Keratosis pilaris. Bintik-bintik ini mirip dengan jerawat dan biasanya akibat terlalu banyak keratin, sebuah protein kulit yang menutupi folikel rambut.

•   Folikulitis. Yaitu infeksi folikel rambut.

•   Pembesaran kelenjar getah bening penis.

•   Pembesaran pembuluh darah vena.

•   Tumor (jinak/ganas).

Sulit bagi kami untuk mendiagnosa tanpa keterangan yang lengkap dan pemeriksaan fisik. Dan memang, kelainan kulit dan kelamin, paling baik jika didiagnosis lewat pemeriksaan langsung. Mengingat keterbatasan kami, kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk pemeriksaan langsung dan penanganan yang optimal.

Penyakit jamur yang mengenai daerah selangkangan seperti yang Anda keluhkan dapat disebabkan oleh jamur dermatofita atau candida, dalam dunia kedokteran disebut sebagai tinea kruris.

Tinea kruris disebabkan oleh jamur dermatofita E.Floccosum, T. Rubrum, dan T. Mentagrophytes. Biasanya mengenai daerah selangkangan atau sisi paha atas bagian dalam, dapat terjadi di kedua paha atau di salah satu paha saja. Keluhan utama adalah rasa gatal yang dapat hebat. Lesi berbatas tegas, tepi meninggi yang dapat berupa bintil-bintil kemerahan atau lenting-lenting kemerahan, atau kadang terlihat lenting-lenting yang berisi nanah. Bagian tengah menyembuh berupa daerah coklat kehitaman bersisik. Garukan terus-menerus dapat menimbulkan gambaran penebalan kulit.

Jamur lain yang sering mengenai daerah lipatan kulit, terutama ketiak, bagian bawah payudara, bagian pusat, lipat bokong, selangkangan, dan sela antar jari; adalah candida. Dapat juga mengenai daerah belakang telinga, lipatan kulit perut, dan glans penis (balanopostitis), sela jari tangan biasanya antara jari ketiga dan keempat, pada sela jari kaki antara jari keempat dan kelima. Keluhan berupa gatal yang hebat, kadang-kadang disertai rasa panas seperti terbakar dan basah.

Selangkangan merupakan bagian tubuh yang mudah lembab karena merupakan area bagian yang terlipat. Terdapat faktor yang mempengaruhi kelembaban di daerah selangkangan seperti aktifitas fisik, kondisi tubuh yang sering berkeringat, berat badan, suhu lingkungan, dan jenis pakaian/celana dalam yang tidak menyerap keringat.

Seseorang dengan berat badan berlebih cenderung memiliki kondisi kulit yang mudah lembab dan berkeringat. Kulit yang lembab merupakan suasana yang baik untuk pertumbuhan kuman dan jamur. Gejala dari infeksi jamur adalah gatal, berbau, lembab, kulit mudah iritasi/kemerahan.

Untuk mengatasi infeksi jamur, dapat dilakukan penanganan nonfarmakologis dan farmakologis. Terapi nonfarmakologis adalah menghilangkan faktor pencetus. Hal ini dilakukan dengan cara mandi teratur dua kali sehari, berganti pakaian dalam setiap kali banyak berkeringat dan setiap kali mandi, menggunakan bahan yang tipis, dan menghindari penggunaan celana ketat. Sebaiknya Anda juga tidak menggunakan handuk ataupun celana bergantian dengan orang lain.

Celana Anda sebaiknya juga direndam terlebih dahulu menggunakan karbol (untuk yang berwarna) selama 1 – 2 jam dan pemutih (untuk warna putih) selama 15 – 30 menit. Selain itu, Anda juga harus menjaga kesehatan dan mempertahankan asupan nutrisi yang baik. Karena walaupun dilakukan pengobatan yang teratur tapi jika tidak diikuti dengan penghilangan sumber penularan dan faktor pencetus, jamur akan muncul kembali.

Medikamentosa yang digunakan adalah obat antijamur, dapat berupa salep (bila lesi jamur tidak terlalu lebar) atau obat minum. Salep antijamur (ketokonazol, mikonazol) digunakan sekurang-kurangnya 2 minggu setelah lesi menyembuh.

Kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk melakukan pemeriksaan secara langsung guna menegakkan diagnosis dan mendapat terapi yang optimal.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar