Sukses

Diagnosa TB dan penanganannya
02 Sep 2019, 21:10 WIB
Pria, 24 tahun.

Selamat malam dok, saya mau tanya. Calon suami saya baru saja melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk kebutuhan kantor. Saat pemeriksaan darah dan jantung semua hasilnya normal akan tetapi saat pemeriksaan rontgen paru-paru menurut yg menjabarkannya terdapat flek paru-paru dan di diagnosa terkena TB. Padahal sebelumnya tidak memiliki riwayat TB dan tidak memiliki keluhan apapun seperti yg dialami oleh penderita penyakit TB. Pertanyaan saya apakah seseorang yg tidak merasa memiliki keluhan apapun tapi bisa terkena penyakit TB, dan apakah flek paru-paru bisa dikatakan terkena TB, serta apakah pengobatannya bisa ditunda beberapa bulan setelah tugas kantornya selesai? Terima kasih sebelumnya dok.

Terima kasih telah bertanya seputar diagnosa TB dan penanganannya melalui fitur Tanya Dokter.

TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis, yang terutama menyerang paru-paru manusia. Bakteri penyebab TBC menyebar dari satu orang ke orang lain melalui tetesan kecil yang dilepaskan ke udara melalui batuk dan bersin (droplet).

Gejala yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:

  • Batuk berdarah
  • Batuk kering atau berdahak lebih dari 2-3 minggu
  • Sesak napas
  • Penurunan berat badan ekstrem
  • Keringat malam hari

Namun pada beberapa kasus memang bisa tidak menimbulkan gejala atau memang ada gejala tetapi tidak dihiraukan oleh penderita. Untuk menegakkan dioagnosa biasanya dokter akan melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan penunjang berupa cek dahak dan rontgen paru.

Pengobatan harus segera dilakukan dengan mempertimbangkan aspek p[enularan dan penjalaran penyakit yang terus berjalan. Selain butuh semangat, pengobatan tuberkulosis juga butuh kesabaran. Ini karena tuberkulosis membutuhkan waktu pengobatan minimal enam bulan. Jika tidak sabaran, malas-malasan, atau menghentikan pengobatan karena menganggap diri sudah sembuh, ada risiko penyakit jadi makin parah.

Pengobatan yang tidak teratur dapat menyebabkan penderitanya mengalami tuberkulosis resistan obat. Kalau sudah begitu, pengobatan oral untuk penyakit ini bisa diubah menjadi metode suntik, dan butuh waktu yang lebih lama lagi (lebih dari enam bulan) untuk menyembuhkannya. Supaya pengobatan tetap teratur, mintalah bantuan orang terdekat atau yang dipercaya sebagai pengawas minum obat (PMO) pasien. Dengan begitu, risiko pasien lalai akan menurun karena selalu diingatkan oleh PMO.

Berikut kami lampirkan beberapa artikel sebagai bahan referensi lain anda.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar