Sukses

Penyebab Muntaber
02 Aug 2019, 07:38 WIB
Pria, 20 tahun.

Dok kalok saya terkena muntaber. Kalok sembuh bole ngga dok makan pedas" lagi. Sama tanya dok. Penyebab muntaber itu kenapa sii dok

Terimakasih sudah bertanya seputar muntaber dengan menggunakan fitur Tanya Dokter dari Klikdokter.com

Muntaber (muntah dan berak) dalam bahasa medis disebut dengan gastroenteritis yaitu infeksi pada saluran pencernaan. Sesuai dengan namanya, kondisi ini ditandai dengan adanya muntah dan berak pada penderita.

Penyakit ini umumnya dapat disebabkan oleh virus, bakteri, maupun parasit. Penyebaran penyakit ini pun juga mudah yaitu melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi dengan kuman. Penyakit muntaber dapat sembuh dalam 2-5 hari tergantung penyebabnya.

Untuk pengobatannya yang paling utama adalah mencegah dehidrasi. Hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah selalu mengkonsumsi air putih yang cukup atau oralit setiap kali selesai BAB. Jika tidak bisa mengkonsumsi oralit karena mual dan muntah yang hebat dapat digantikan dengan pemberian jus atau kuah sup hangat. Obat - obatan lain seperti antibiotik diberikan apabila memang terbukti muntaber disebabkan oleh bakteri dan harus sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter. Jangan mengkonsumsi antibiotik tanpa pengawasan dokter (tanpa indikasi) karena dapat memperparah keadaan muntaber.

Jika kondisi semakin parah, dimana penderita tidak dapat makan minum, BAB disertai dengan darah, kondisi penderita melemah segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan. Meskipun tampak seperti penyakit yang biasa saja, apabila tidak  ditangani dengan tepat dapat menyebabkan kematian. 

Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat dilakukan dilakukan untuk mencegah gastroenteritis, yaitu:

  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun setiap kali sebelum makan
  • Memilih makanan yang higienis untuk dikonsumsi. Cuci dan masak matang makanan yang dikonsumsi. Sebaiknya makanan pedas/asam tidak di konsumsi, tetapi jika ingin sekali megkonsumsi makanan tersebut boleh dikonsumsi asalkan jumlahnya dibatasi.

Terlampir pula artikel mengenai penyakit muntaber yang dapat dibaca untuk menambah wawasan Anda :

Demikian informasi yang dapat diberikan, semoga bermanfaat.

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar