Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Gangguan Ereksi dan Testosteron Rendah
24 Jul 2019, 09:48 WIB
Pria, 27 tahun.

Dok, saya usia 27 tahun dan belum menikah. Saya mempunyai permasalahan dengan penis susah ereksi, pada saat berhubungan dengan pasangan, penis sulit mengeras sehingga susah ‘masuk’. Karena hal ini, saya mengkonsultasikan ke dokter andrology di rumah sakit swasta di kebon jeruk (JakBar). Pada pemeriksaan awal dianjurkan untuk melakukan cek darah (prolaktin dan testosteron), kemudian saya melakukan cek dengan hasil proklaktin 13.82 ng/mL dan testosteron 2.61 ng/mL. Yang jadi pertanyaan saya, apakah hal ini berpengaruh terhadap kesuburan saya? Dan adakah hal2 yg dapat mempengaruhi (makanan serta hal lain) yg dapat meningkatkan testosteron saya? Adakah saran atau pengobatan yang dianjurkan/alami yang dapat mengatasi masalah yg saya alami? Terima kasih..

Terima kasih telah bertanya seputar disfungsi ereksi dan testosteron melalui Tanya Dokter di Klikdokter.

Untuk terjadinya suatu kehamilan terdapat 2 komponen penting, yaitu

1. Sel telur wanita

Hanya dikeluarkan 1 kali pada tiap siklusnya, disebut sebagai proses ovulasi. Bertahan 24 jam pada saluran tuba rahim, kemudian akan meleburkan diri jika tidak dibuahi.

2. Sperma

Jika dikeluarkan didalam vagina wanita, akan dapat bertahan hidup hingga 5 hari.

Kehamilan dapat terjadi bila ada pembuahan sel telur wanita oleh sperma pria. Sperma yang keluar disemprotkan ke dalam vagina wanita akan berjalan menuju saluran rahim tempat sel telur menunggu. Kesempatan untuk terjadinya kehamilan adalah pada saat masa subur, yaitu saat ovulasi yang dihitung14 hari sebelum haid sebelumnya, kemudian ditambahkan 5 hari sebelum dan 1 hari sesudah hari ovulasi tersebut.

Anda tetap memiliki kemungkinan untuk membuahi sel telur apabila terdapat sperma yang masuk ke dalam rahim (baik proses ejakulasi atau sperma yang terdapat pada cairan pra-ejakulasi pada saat perangsangan), serta dengan jumlah dan kualitas sperma yang baik. Maka dapat disimpulkan, faktor yang mempengaruhi kesuburan tidak terbatas pada kemampuan ereksi. Meskipun memang, kemampuan ereksi juga menentukan keberhasilan proses pembuahan.

Pada dasarnya, hormon testosteron ataupun hormon-hormon lainnya dalam darah tersebut dapat dijaga keseimbangannya dengan berolahraga teratur, makan makanan bergizi dan beristirahat yang cukup.

Demikian informais yang dapat kami sampaikan seputar disfungsi ereksi dan testosteron, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar