Sukses

Penyakit Arteri Perifer
23 Jul 2019, 07:19 WIB
Wanita, 19 tahun.

Halo dokter. Saya mau bertanya. Pada hari pertama saya sakit pusing, kemudian hari kedua ditambah demam. Hari ketiga saya merasa setiap persendian di badan saya sakit (lengan & lutut paling parah nyerinya). Hari ke 4 saya benar2 tidak bisa bangun karena badan saya sakit semua. Hari ke 5 tiba2 saya muncul seperti luka di tungkai kaki. Saya baru periksa hari ini di puskesmas pada gari ke 6 saya sakit. Katanya ada pendarahan dalam, dokternya bilang di arteri perifer. Dokter memberi saya antibiotik, juga obat untuk mengurangi nyeri dan bengkak. Pertanyaan saya, apakah ini parah dok? Apakah bisa disembuhkan dan luka di kaki bisa hilang? Jika bisa biasanya memerlukan waktu berapa lama? Karena saya takut kenapa-kenapa juga saya ini seorang mahasiswi yang jika sudah mulai masuk kuliah saya merantau dan jauh dari rumah. Juga apakah ada saran apa yang harus saya lakukan di rumah, serta makanan apa yang baik untuk saya konsumsi. Terima kasih Dok.

Terima kasih telah bertanya tentang Penyakit Arteri Perifer melalui fitur Tanya Dokter.

Ada beberapa tanda yang dapat dialami seseorang yang  terserang penyakit arteri perifer:

  • klaudikasio intermiten, yaitu nyeri yang diakibatkan keadaan iskemia pada otot. Biasanya muncul saat seseorang beraktivitas pada bagian yang terkena sumbatan. Selain nyeri dapat juga dirasakan gejala keram atau baal.
  • nyeri dirasakan pada tempat yang sama setiap kalinya dan menghilang setelah beristirahat 2–5 menit.
  • kejadian yang paling sering terasa nyeri adalah di betis (karena sumbatan pada distal  superficial femoral artery). Selain itu, keluhan pada paha atau bokong juga sering terjadi.
  • adanya kondisi luka yang sulit sembuh pada kaki.
  • terjadi perbedaan warna kulit, suhu, pertumbuhan rambut, dan kuku antara kedua kaki.

Penanganan terhadap penyakit arteri perifer mencakup beberapa hal, yaitu:

  • Perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok, rutin berolahraga, menerapkan pola makan sehat.
  • Mengkontrol kondisi yang merupakan faktor risiko penyebab sumbatan plak, seperti menjaga tekanan darah dan kontrol diabetes.
  • Terapi obat-obatan seperti anti-platelet dan anti-lipid
  • Pembedahan, seperti pemasangan stent, balloonby pass, dan beberapa teknik lain.

Untuk penanganan Anda, kami anjurkan untuk melanjutkan kontrol ke dokter yang menangani Anda sebelumnya. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar