Sukses

Gangguan tiroid dan anemia
19 Jul 2019, 22:23 WIB
Wanita, 31 tahun.

Sore dok, saya mau nanya awalkannyakan saya didiagnosa penyakit tyroid tapi ketika sudah cek darah hasilnya normal dan malah saya terkena penyakit Anemia. Jadi apakah ada hubungannya dari kedua penyakit tersebut? Terus haruskah saya setelah 6 bulan mengecek tyroidnya? Terima kasih.

Terima kasih telah bertanya seputar gangguan tiroid dan anemia menggunakan fitur Tanya Dokter.

Diperlukan informasi yang lebih rinci, apakah awalnya anda diduga hipertiroid atau hipotiroid pada awal pemeriksaan. Saat cek darah, ternyata kadar hemoglobin anda rendah sehingga disebutkan mengalami anemia. 

Anemia memiliki 2 gejala, yakni anemia yang dapat dirasakan dan anemia yang tidak dapat dirasakan oleh penderitanya. Gejala yang timbul diakibatkan oleh penurunan hemoglobin sehingga menyebabkan transportasi oksigen menurun. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah apakah ada penyakit lain yang menyebabkan anemia seperti kanker atau talasemia.

Selain itu, perlu juga memperhatikan apakah ada riwayat pada keluarga, pekerjaan yang berisiko seperti terpapar dengan radiasi hebat, penggunaan obat-obatan tertentu, gangguan pada kehamilan, dan yang terpenting adalah dengan memperhatikan asupan konsumsi makanan sehari hari yang sehat. Gejala anemia biasanya tidak spesifik dan tergantung dari penyebab dan hal lain yang memungkinkan terjadinya anemia, namun beberapa gejala awal yang paling umum ditemukan adalah:

·         Mudah lelah dan letih

·         Sering pusing

·         Mata berkunang-kunang

·         Lemas dan cepat mengantuk

Jika sudah parah, anemia dapat menimbulkan gejala berikut:

·         Perasaan berdebar-debar pada jantung

·         Sesak napas dan sakit kepala

·         Sulit untuk konsentrasi

·         Kulit yang pucat termasuk di wajah, bibir dan pada konjungtiva mata

·         Keram pada kaki atau tangan

Berikut ini adalah beberapa langkah praktis untuk menjaga agar makanan yang kita konsumsi tidak menyebabkan kita kurang darah;

Makan makanan tinggi zat besi, yaitu:

Hati Kacang-kacangan Tiram Tahu Sayuran hijau, seperti bayam Daging merah tanpa lemak Ikan Buah kering seperti kismis Makan dan minum makanan yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh, yaitu:

Jus jeruk Stroberi Brokoli Buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin C Jangan minum kopi atau teh saat makan. Minuman ini mencegah penyerapan zat besi dalam tubuh.

Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 seperti:Hati sapi dan tiram

Hati sapi dan tiram Ikan, daging, unggas, telur, susu, dan produk susu lainnya yang mengandung vitamin B12 Beberapa produk sereal, ragi, dan produk makanan lain yang mengandung vitamin B12. Pastikan Anda mengkonsumsi makanan secara bervariasi. Makanan yang beragam dan seimbang gizinya akan mencegah terjadinya kurang darah. Diet yang terlalu ketat merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan anemia. Ibu hamil dan wanita pada umumnya harus lebih berhati-hati, terutama pada saat menstruasi karena lebih rentan terkena anemia. Pemeriksaan kesehatan berkala untuk mengetahui terjadinya kurang darah sebaiknya dilakukan setiap 5 tahun sekali sejak masa remaja.

Seberapa rendah kah kadar hemoglobin anda dan apa yang disarankan oleh dokter anda? Jika belum mendapatkan penanganan, kami sarankan untuk  kembali ke dokter tersebut maupun membawa hasil lab ke dokter spesialis penyakit dalam agar bisa mendapatkan terapi yang adekuat. Tentu hal ini juga akan menyinggung bagaimana keadaan tiroid anda sesungguhnya saat ini dan apakah perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai gangguan tiroid dan anemia. Semoga bermanfaat. Salam

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar