Sukses

Fisioterapi Paska Pemasangan Pen
15 Jul 2019, 11:44 WIB
Pria, 38 tahun.

Salam Sehat Dok, istri saya (umur 37 tahun) tanggal 22 Juni melakukan operasi tangan sebelah kanan patah (pemasangan pen). karena tangan nya sering terasa kaku atau kram, maka dirumah tiap pagi atau sore saya urut pelan pelan untuk melemaskan otot tangan nya. 10 hari setelah operasi benang jahit sudah dileas oleh dokter orthopedi. pertanyaan saya, apakah sudah boleh melakukan fisioterapi (di Rumah Sakit) menggunakan sinar/panas untuk melemaskan otot otot tangannya. karena kalau hanya dengan urut sepertinya kurang maksimal melemaskan otot tangannya. demikian, atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.

Terima kasih telah bertanya seputar fisioterapi paska pemasangan pen dengan menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter dari KlikDokter.com.

Penggunaan pen pada suatu tindakan operasi ditujukan untuk mempertahankan posisi tulang pada posisi yang seharusnya(anatomis) hingga terbentuk proses pembentukan tulang saat penyembuhan.  Pada bidang orthopedi, terdapat berbagai jenis dan ukuran pen yang penggunaannya disesuaikan dengan jenis tulang yang mengalami gangguan. Mengenai waktu penggunaan pen ini disesuaikan dengan jenis pen, kemajuan proses penyembuhan/penyambungan tulang, usia, jenis kelamin, riwayat penyakit yang dimiliki dan beberapa faktor lainnya. Bahan yang digunakan sebagai pen adalah stainless dan titanium. Bahan titanium lebih banyak disukai karena kemungkinan reaksi penolakan yang lebih kecil, lebih ringan dan kuat. Umumnya, penggunaan pen yang berbahan stainless dilepas setelah tulang menyambung kembali dengan rata-rata waktu 1 hingga 2 tahun. Namun rentang waktu ini dapat bervariasi pada tiap orang dan kasus yang berbeda.

Lama penyembuhan patah tulang biasanya 6-12 bulan. Namun, secara keseluruhan waktu penyembuhannya bervariasi bergantung pada jenis patah  tulang (terbuka atau tertutup), jenis fraktur, lokasi patah tulang, derajat kerusakan dan pendarahannya.

Proses penyembuhan tulang dapat dibantu dengan asupan nutrisi yang tepat dengan makanan bergizi secara seimbang yang mengandung karbohodrta, lemak, protein, mineral yang cukup untuk membentuk kembali jaringan yang rusak. Penambahan suplemen kalsium, vitamin D dan vitamin C secukupnya juga diperlukan. Kalsium berperan dalam pembentukan tulang, vitamin D membantu penyerapan kalsium secara maksimal, sedangkan Vitamin C membantu produksi kolagen yang dibutuhkan untuk proses penyembuhan tulang. selain itu, sebaiknya hindari aktifitas atau gerakan yang memberikan beban terhadap tulang yang patah. Melakukan latihan atau rehabilitasi untuk menambah kekuatan otot dan mempercepat penyembuhan. Mengenai jenis latihannya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis rehabilitasi medik.

Hindari memijat atau mengurut karena dapat membuat otot sekitar tulang yang patah meradang. Lebih baik melakukan latihan - latihan kecil seperti belajar mengangkat benda yang tidak terlalu berat, belajar meremas bola kecil yang berduri. 

Demikian informasi yang dapat diberikan, semoga bermanfaat.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar