Sukses

Penyebab Keputihan

13 Jul 2019, 09:44 WIB
Wanita, 23 tahun.

selamat malam dok,,saya wita .saya sudah menikah saya mau bertanya tentang masalah seputar vagina dulu sebelum saya menikah saya tidak keputihan dok,,tapi setelah menikah dan setiap abis berhubungan selang 2 hari/1 hari pasti saya mengalami keputihan seperti ampas tahu kalau kata saya,akan tetapi jika saya tidak melakukan hubungan dgn suami saya tidak mengeluarkan seperti ampas tahu itu dok ? saya tidak merasa gatal,tidak berbau juga dok saya baru menikah mau 4bulan dok

Terimakasih telah bertanya seputar keputihan melalui fitur Tanya Dokter.

Keputihan adalah salah satu mekanisme "pembersihan" dalam sistem reproduksi wanita. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar di dalam vagina dan leher rahim ini membawa keluar sel-sel mati dan bakteri sehingga vagina tetap bersih dan bebas infeksi.

Seringkali, keputihan merupakan hal yang normal. Keputihan yang normal berwarna bening hingga putih keruh dan/atau kekuningan jika menempel pada pakaian dalam, tidak berbau dan tidak menimbulkan keluhan seperti gatal atau rasa tidak nyaman. 

Perubahan pada keputihan yang normal ini dapat disebabkan oleh siklus menstruasi, stres psikologis/emosional, status gizi, kehamilan, dan penggunaan obat-obatan (termasuk pil KB).

Bila terdapat perubahan pada warna dan jumlah cairan keputihan, mungkin itu merupakan tanda infeksi jamur/bakteri/parasit di dalam vagina. Gejalanya ialah:

  • Keputihan disertai gatal-gatal, kemerahan, rasa perih/nyeri
  • Volume keputihan banyak dan makin bertambah jumlahnya
  • Rasa terbakar/panas/perih saat BAK
  • Keputihan berwarna putih susu dan sangat kental
  • Warna cairan keabu-abuan/kuning kehijauan dengan bau yang menyengat (asam atau amis)

Jika keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam, yang bukan tidak mungkin menyebabkan terjadinya gangguan kesuburan. 

Jika yang dialami adalah keputihan yang sangat banyak, berwarna seperti susu dan berbau amis, kemungkinan ini merupakan keputihan yang disebabkan oleh bakteri. Yang dibutuhkan adalah pengobatan dengan antibiotik dan pembersih vagina dengan pH sama dengan vagina, yaitu sekitar 3.5. Pencucian vagina dengan bahan-bahan seperti daun sirih dan lainnya tidak dianjurkan karena akan mengubah pH dan bisa membuat keputihan bertambah parah atau mudah kambuh.

Jika keputihan yang dialami kasar dan berbiji dan berbau asam, sepertinya merupakan akibat infeksi Candida albicans. Secara normal, jamur ini memang ada di dalam vagina, tetapi kalau derajat keasaman vagina berubah (bisa karena faktor hormonal atau stress), pertumbuhannya berlebihan sehingga menimbulkan keputihan. Ciri lain adalah rasa gatal yang cukup mengganggu hingga rasa panas/perih di vagina.

Keputihan ini harus diobati dengan obat antijamur yang biasanya dimasukkan ke dalam vagina (sediaan ovula). Sebaiknya, Anda mendatangi dokter kulit atau dokter kandungan untuk mendapatkan obat yang tepat. Dengan melihat langsung saja, keputihan bisa dibedakan mana yang disebabkan karena jamur dan mana yang oleh bakteri.

Berikut adalah tambahan gaya hidup yang baik untuk mencegah timbulnya keputihan abnormal:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Baca juga:

Seputar Keputihan

5 Penyebab Keputihan pada Wanita

Penyebab Keputihan Berlebihan

Demikian informasi ini kami sampaikan seputar keputihan, semoga bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar