Sukses

Pilek Terus Menerus, Rhinitis Alergi?
08 Jul 2019, 07:56 WIB
Wanita, 17 tahun.

Dokter, saya tiap hari bawaannya pilek terus, yang saya idap ini alergi atau ada diagnosa penyakit lain, mohon dijawab dok. terima kasih

Terima kasih telah bertanya seputar pilek dan alergi menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Melihat dari gejala yang Anda rasakan, salah satu kemungkinan penyakit yang Anda alami adalah rhinitis alergi. Penyebab rinitis alergi paling sering di Indonesia adalah alergen (zat pencetus alergi) inhalan yaitu alergen yang masuk ke dalam tubuh dengan cara dihirup atau melalui saluran napas. Alergen yang paling sering ditemukan pada rinitis alergi di Indonesia atau negara tropis pada umumnya adalah tungau debu rumah, bulu binatang, dan kecoak. Alergen makanan sangat jarang menjadi pencetus rinitis alergi.

Penentuan alergen penyebab rinitis alergi dapat dilakukan melalui riwayat penyakit dan dapat didukung dengan tes alergi baik melalui darah atau pun tes kulit. Hal yang harus diperhatikan selain alergen adalah masalah polutan seperti asap rokok yang dapat merusak saluran napas. Polutan dapat memperberat penyakit alergi di saluran napas seperti asma dan rinitis alergi. 

Gejala dan tanda rinitis alergi:

  • Rasa gatal di hidung dan mata
  • Bersin berulang-ulang
  • Cairan hidung (ingus) encer
  • Hidung tersumbat
  • Bernapas melalui mulut

Hidung tersumbat dapat terjadi secara bilateral, unilateral atau bergantian. Gejala bernapas melalui mulut sering terjadi pada malam hari yang dapat menimbulkan gejala tenggorokan kering, mengorok, gangguan tidur, serta gejala kelelahan pada siang hari. Gejala lain dapat berupa suara sengau, gangguan penciuman dan pengecapan, serta gejala sinusitis. Gejala kombinasi bersin, ingusan, serta hidung tersumbat adalah gejala yang paling dirasakan mengganggu dan menjengkelkan. Sebagian besar gejala rhinitis alergi Anda alami. 

Terapi yang dapat dilakukan antara lain :

  • Dengan menghindari kontak dengan allergen penyebab, dapat berupa debu atau udara dingin sebagai pencetus terjadinya alergi.
  • Pengobatan, dengan menggunakan obat anti alergi golongan antihistamin H-1, yaitu obat yang sering dipakai sebagai lini pertama dalam pengobatan rhinitis alergi atau dengan kombinasi dekongestan oral. Obat golongan kortikosteroid dipilih jika tidak berhasil diatasi oleh obat lain.

Pemberian obat-obatan dalam mengobati rhinitis alergi sebaiknya selalu berada di bawah pantauan dokter untuk menghindari efek samping yang dapat ditimbulkan akibat penggunaan obat yang tidak sesuai. Kami sarankan Anda memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah benar Anda mengalami rinitis alergi dan untuk mendapatkan terapi yang sesuai.

Demikian informasi yang kami dapat sampaikan seputar pilekj dan alergi, semoga bermanfaat. 

1 Komentar