Sukses

Perdarahan Otak
07 Jul 2019, 21:07 WIB
Pria, 26 tahun.

Perkenalkan dok nama saya leni umur 26 th.. saya mau tanya dok suami saya mengalami kecelakaan dan mengakibatkan pendarahan otak.. dihari pertama sampai hari kedelapan suami masih sadar dan kalau diajak bicara juga masih nyambung tapi dihari kesembilan mulai tidak bisa diajak bicara dok.. langkah terbaiknya apa dok adapun obat2 nya ?

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter untuk menanyakan mengenai Perdarahan Otak.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Terdapat beberapa kemungkinan penyebab perdarahan kepala yang dialami:

  1. Trauma atau cedera kepala. Trauma di kepala adalah penyebab terjadinya perdarahan otak yang cukup sering.
  2. Aneurisma serebral, yaitu keadaan pembuluh darah otak yang mengalami pembesaran sehingga terjadi penekanan pada pembuluh darah. Pembuluh darah ini kemudian menggembung seperti balon, yang dapat pecah bila tidak segera mendapatkan perawatan tepat. Pecahnya pembuluh darah ini bisa menyebabkan perdarahan pada otak.
  3. Tekanan darah tinggi (hipertensi). Dari beberapa penyebab yang ada, penyebab terjadinya perdarahan otak yang paling umum adalah peningkatan tekanan darah. Sering berjalannya waktu, tekanan darah yang meningkat dapat melemahkan dinding arteri dan akan menyebabkan pembuluh darah lebih mudah pecah. Ketika hal ini terjadi, darah kemudian terkumpul di otak sehingga dapat menimbulkan gejala stroke.
  4. Kelainan pembuluh darah. Kelainan pembuluh darah biasanya dapat diketahui sejak lahir. Sehingga, jika terjadi perdarahan otak pada seseorang yang memiliki kelainan pada pembuluh darah, penderitanya tidak akan dapat bertahan lama jika tidak segera diatasi.
  5. Kanker otak. Seseorang yang menderita kanker otak akan mengalami metastase atau penyebaran sel kanker, sehingga dapat menyebabkan perdarahan otak.

Apa saja gejala perdarahan otak?

Perdarahan otak dapat menyebabkan berbagai gejala yang berbeda. Gejala-gejala ini dapat berupa: kesemutan mendadak, kelemahan, mati rasa, atau bisa juga terjadi kelumpuhan pada wajah, lengan, atau kaki. Kemungkinan besar kondisi ini terjadi hanya pada satu sisi tubuh dan biasa disebut dengan gejala stroke.

Gejala lain yang sering kali menyertai antara lain:

  • Sakit kepala tiba-tiba yang rasa sakitnya tak tertahankan
  • Kesulitan dalam menelan
  • Bermasalah dengan penglihatan
  • Kehilangan keseimbangan
  • Mengalami kebingungan
  • Kesulitan dalam berbicara atau bicara cadel
  • Pingsan, lesu, atau tak sadarkan diri
  • Kejang

Kenali komplikasi perdarahan otak

Komplikasi bisa timbul setelah perdarahan otak terjadi. Kondisi ini dapat menghalangi sel-sel saraf berkomunikasi dengan bagian-bagian tubuh, sehingga fungsinya pun akan sulit untuk dikendalikan atau dijalankan. Masalah seperti kehilangan ingatan, ucapan yang tidak normal, atau gangguan gerakan di area yang terkena adalah hal yang umum ditemui.

Komplikasi yang dapat timbul setelah perdarahan otak antara lain:

  • Kelumpuhan
  • Mati rasa atau kelemahan pada bagian tubuh tertentu
  • Kesulitan dalam menelan
  • Kehilangan penglihatan
  • Ketidakmampuan untuk berbicara atau memahami kata-kata
  • Hilangnya memori sehingga menyebabkan kebingungan
  • Perubahan kepribadian atau ditemukannya masalah emosional

Saat seseorang mengalami komplikasi setelah terjadi perdarahan otak, rehabilitasi diyakini yang paling tepat untuk dapat membantu mengembalikan fungsi dari bagian tubuh penderita, sekaligus memastikan kualitas hidup yang lebih baik ke depannya. Perawatan rehabilitasi ini meliputi:

  1. Terapi fisik
  2. Terapi berbicara
  3. Terapi okupasi

Banyaknya perdarahan di otak menentukan keparahan dari penyakit. Pada beberapa kasus, seseorang dengan perdarahan serebral atau perdarahan otak dapat langsung meninggal karena peningkatan tekanan di otak. Perdarahan pada otak pun dapat menyebabkan edema atau pembengkakan pada otak. Peningkatan tekanan intrakranial (dalam rongga tengkorak) dan pembengkakan otak dapat berujung pada penurunan kesadaran dan kematian. Ada kalanya perdarahan otak perlu dioperasi untuk menjahit pembuluh darah dan mengeluarkan timbunan darah dari dalam tengkorak. Kami sarankan Anda berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter yang merawat suami Anda karena beliau yang merawat langsung suami Anda. 

Untuk menambah wawasan Anda, kami sertakan artikel berikut:

Perlukah Olahraga Setelah Menjalani Operasi?

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan mengenai Perdarahan Otak. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar