Sukses

Penyebab Anemia

03 Jul 2019, 12:36 WIB
Wanita, 27 tahun.

Selamat malam dok, saya mau tanya, kakak saya menderita anemia, setiap bulan harus tranfusi darah dua sampai tiga kantong, semua pemeriksaan lab sudah dilakukukan tapi penyebabnya masih belum ditemukan, dokter bilang hasilnya Bagus semua, tapi kenapa kakak saya berat badannya terus menurun, lemas, bahkan selalu menggigil kedinginan dan sampai sekarang bahkan tranfusinya bertambah dua kali dalam satu bulan atau 2minggu sekali,, sebenarnya apa penyebab anemia kakak saya itu?

Terima kasih telah menggunakan fitur tanya dokter.

Anemia merupakan kondisi di mana seseorang tidak memiliki sel darah merah dalam jumlah yang cukup untuk mengantarkan oksigen ke berbagai jaringan yang terdapat di dalam tubuh. Mengalami anemia dapat membuat seseorang merasa lelah dan lemas.

Terdapat berbagai jenis dari anemia, dan masing-masing memiliki penyebab yang berbeda. Anemia dapat terjadi sementara atau dapat menetap selama jangka panjang, dan memiliki derajat keparahan yang bervariasi dari ringan hingga berat. Terdapatnya anemia dapat disebabkan oleh adanya kondisi kesehatan lain yang mendasarinya.

Penanganan dari anemia dapat bervariasi, mulai dari konsumsi suplemen hingga menjalani prosedur medis tertentu. Sebagian jenis anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi diet sehat yang bervariasi dan bernutrisi.

Apakah kakak anda telah mengalami transfusi sejak kecil atau baru saat dewasa? Karena ini pun mempengaruhi kemungkinan penyebabnya. 

Tubuh manusia memproduksi tiga tipe sel darah, yakni sel darah putih untuk melawan infeksi, trombosit untuk membantu pembekuan darah, dan sel darah merah untuk menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Sel darah merah mengandung hemoglobin, sebuah protein kaya zat besi yang memberi warna merah pada darah.

Hemoglobin membuat sel darah merah mampu mengantarkan oksigen dari paru-paru ke bagian tubuh lainnya, dan mengangkut karbon dioksida dari seluruh bagian tubuh ke paru-paru agar dapat dikeluarkan dari tubuh.

Sebagian besar sel darah, termasuk sel darah merah, diproduksi secara reguler di sumsum tulang, yang merupakan material berkonsistensi menyerupai spons yang terdapat pada celah dari banyak tulang besar.

Untuk memproduksi hemoglobin dan sel darah merah, tubuh membutuhkan zat besi, vitamin B12, asam folat, dan berbagai zat gizi lainnya dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Anemia terjadi apabila seseorang tidak memiliki sel darah merah dalam jumlah yang cukup. Hal ini dapat terjadi apabila:

Tubuh tidak memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang cukupPerdarahan, yang menyebabkan seseorang untuk kehilangan sel darah merah lebih cepat dibandingkan jumlah sel darah merah yang diproduksiTubuh menghancurkan sel darah merahBerikut beberapa jenis anemia beserta penyebabnya:

Anemia defisiensi besi. Ini merupakan tipe anemia yang tersering di seluruh dunia. Anemia defisiensi besi disebabkan oleh rendahnya kadar zat besi di dalam tubuh.Sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin. Tanpa zat besi dalam jumlah yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi hemoglobin dalam jumlah yang cukup untuk membentuk sel darah merah. Tanpa suplementasi zat besi, anemia jenis ini dapat terjadi pada wanita hamil.

Selain itu, anemia defisiensi besi juga dapat disebabkan oleh kehilangan darah. Misalnya akibat perdarahan menstruasi yang berat, ulkus, kanker, atau penggunaan rutin dari obat-obatan tertentu seperti aspirin. 

Anemia defisiensi vitamin tertentu. Selain zat besi, tubuh juga membutuhkan asam folat dan vitamin B12 untuk memproduksi sel darah merah yang sehat dalam jumlah cukup.Pola makan yang rendah akan zat tersebut dan beberapa nutrisi penting lainnya dapat menyebabkan produksi sel darah merah menjadi berkurang. Sebagai tambahan, sebagian orang dapat mengonsumsi vitamin B12 dalam jumlah cukup, namun tubuh tidak dapat memproses vitamin tersebut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya anemia defisiensi vitamin, yang disebut anemia pernisiosa. 

Anemia penyakit kronis. Beberapa penyakit, seperti kanker, HIV/AIDS, artritis reumatoid, penyakit ginjal, dan sebagainya, dapat memengaruhi produksi sel darah merah.Anemia aplastik. Anemia yang langka dan mengancam jiwa ini dapat terjadi apabila tubuh tidak memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang cukup. Penyebab dari anemia aplastik mencakup infeksi, konsumsi pengobatan tertentu, penyakit autoimun, dan paparan terhadap bahan kimia yang beracun.Anemia terkait dengan penyakit sumsum tulang. Serangkaian penyakit, seperti leukemia dan myelofibrosis, dapat menyebabkan anemia karena memengaruhi produksi sel darah di sumsum tulang. Dampak dari penyakit tersebut dapat bervariasi dari ringan hingga mengancam jiwa.Anemia hemolitik. Anemia pada kelompok ini dapat terjadi saat sel darah merah dihancurkan lebih cepat dibandingkan penggantiannya oleh sumsum tulang.Beberapa penyakit darah tertentu dapat mempercepat penghancuran sel darah merah. Anemia hemolitik dapat diturunkan atau terjadi pada usia dewasa.

Anemia sel sabit. Anemia yang diturunkan ini adalah salah satu jenis anemia hemolitik bawaan. Kondisi ini disebabkan oleh hemoglobin defektif yang membuat sel darah merah menjadi berbentuk bulan sabit.Sel-sel yang berbentuk ireguler tersebut mengalami kematian prematur, yang kemudian menyebabkan kekurangan sel darah merah yang kronis.

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami anemia, di antaranya adalah:

Diet yang rendah vitamin tertentu. Mengonsumsi diet yang secara konsisten mengandung zat besi, vitamin B12, atau asam folat yang rendah dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia. Penyakit saluran cerna. Memiliki penyakit saluran cerna tertentu yang memengaruhi penyerapan dari zat gizi di usus dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia.Secara umum, wanita yang belum menopause memiliki risiko anemia defisiensi besi yang lebih tinggi dibandingkan pria dan wanita pascamenopause. Hal ini dikarenakan menstruasi dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah.Wanita hamil yang tiddak mengonsumsi asam folat dapat memiliki peningkatan risiko terjadinya anemia.Kondisi kronis tertentu. Seseorang dengan kanker, penyakit ginjal kronis, atau penyakit kornis lainnya dapat memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami anemia penyakit kronis.Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya kekurangan sel darah merah. Perlahan-lahan, perdarahan kronis di dalam tubuh dapat menghabiskan cadangan zat besi di dalam tubuh, yang kemudian menyebabkan terjadinya anemia defisiensi besi.

Riwayat keluarga. Orang dengan anggota keluarga yang memiliki riwayat anemia yang diturunkan, seperti anemia sel sabit, dapamemiliki peningkatan risiko terjadinya kondisi tersebut.Faktor lainnya. Riwayat infeksi tertentu, penyakit darah, penyakit autoimun, alkoholisme, paparan terhadap bahan kimia beracun, dan penggunaan obat-obatan tertentu dapat memengaruhi produksi sel darah merah dan menyebabkan terjadinya anemia.Orang di atas usia 65 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami anemia.

Demikian, semoga bermanfaat. 

    0 Komentar

    Belum ada komentar