Sukses

Penyebab Nyeri Kepala

01 Jul 2019, 07:56 WIB
Wanita, 26 tahun.

maaf dok mau tanya saya sdh dr bulan 4an tgl 5an sakit kepala seblah kiri belakang smpe ke tungkuk leher ,nah pernh dcb akupuntur kata dokternya pembuluh drh kurang normal,tp karena sya dlm posisi seorang pekerja rumah tngga sya hanya melakukan terapi 3-4kli .namun reaksi stlah akupuntur tdak ada,mnginjak skrg hmpir 2blnan lebih sya merasa jd sush tidur soalnya di miringin maupun di rebahin rasanya sakit.apakah jika tdk ada penanganan cepat bisa smpe pd siklus pembuluh darah bisa pecah.?dan apakah ada penanganan obat rumahan herbal yang bisa mencegah penjalaran penyakit ini? mohon jawabannya terima kasihūüôŹ

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima kasih telah bertanya di fitur Tanya Dokter

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Sampai saat ini, terdapat lebih dari 100 jenis sakit kepala yang berhasil diidentifikasi oleh para ahli kesehatan. 

Menurut International Headache Society, terdapat dua jenis nyeri kepala, yaitu:

  • Nyeri kepala primer,¬†yaitu nyeri kepala yang disebabkan gangguan pada bagian kepala seperti otot, pembuluh darah atau saraf. Penyebab pasti belum diketahui hingga saat ini sehingga untuk mengatasinya hanya diperlukan perubahan pola hidup sehat dan obat pereda nyeri.¬†
  • Nyeri kepala sekunder,¬†yaitu yaitu nyeri kepala yang disebabkan oleh adanya penyakit lain. Misalnya tumor otak, perdarahan otak, glaukoma, stroke dan sebagainya.

Pengetahuan mengenai gejala sakit kepala yang bisa berbahaya harus diketahui. Jika Anda mendapati gejala-gejala di bawah ini, sebaiknya segera membuat janji temu dengan dokter spesialis saraf.

  • Nyeri kepala yang sangat mengganggu aktivitas.
  • Terasa sangat sakit dan sering kali muncul lebih dari dua kali seminggu.
  • Nyeri kepala disertai gejala-gejala lain, seperti penglihatan samar, kebingungan, hilang kesadaran, pusing, muntah, mual, leher kaku dan/atau demam, kelemahan sisi tubuh, serta kesulitan bicara atau berjalan.
  • Nyeri kepala berulang pada anak-anak.
  • Berusia lebih dari 50 tahun.
  • Mengalami nyeri kepala selama bertahun-tahun.
  • Nyeri kepala yang tidak kunjung reda meski telah ditangani dengan obat-obatan pereda nyeri yang dijual bebas maupun yang diresepkan oleh dokter.
  • Adanya riwayat cedera kepala sebelum munculnya nyeri kepala.
  • Memiliki riwayat kanker ataupun HIV/AIDS dan mengalami nyeri kepala jenis baru.

Anda pun juga harus mewaspadai sakit kepala thunderclap, yaitu nyeri kepala yang bersifat akut dengan cepat. Nyeri kepala jenis ini biasanya berhubungan dengan terjadinya aneurisma (kelainan struktur pembuluh darah otak) dan stroke. Namun demikian, apabila nyeri kepala dirasakan sangat mengganggu sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf agar dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang lebih lanjut. Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. 

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar