Sukses

sulit Buang air besar dan perut terasa penuh
30 Jun 2019, 16:21 WIB
Pria, 41 tahun.
  • Hallo dok saya punya keluhan dari awal saya kalo kencing anyang,,en setelah minum obat anti biotik sembuh tp sebulan kemudian susah BAB terus saya periksa ke puskesmas d sarankan minum air yg banyak tp setelah bab lancar di perut masih terasa penuh dan terasa sesak dan seperti ada organ yg terjepit jd agar terasa sakit kalo buat gerak dok mohon kasih jawabanya terima kasih

Terima kasih telah bertanya mengenai sulit buang air besar mellaui fitur Tanya Dokter.

Sulit buang air besar atau Konstipasi paling sering terjadi apabila kotoran atau feses bergerak sangat lambat di saluran cerna atau tidak dapat dievakuasi secara efektif dari rektum, yang menyebabkan feses menjadi keras dan kering.

Konstipasi kronis memiliki beberapa kemungkinan penyebab, di antaranya:

• Sumbatan pada usus besar atau rektum. Terdapatnya sumbatan pada usus besar atau rektum dapat memperlambat atau menghentikan gerakan feses.Penyebab terjadinya sumbatan dapat mencakup fisura atau robekan pada kulit anus, obstruksi usus, kanker usus besar, penyempitan pada usus besar, kanker lain pada abdomen yang mendesak usus, kanker rektum, dan sebagainya.

• Gangguan persarafan di sekitar usus besar dan rektum. Kelainan neurologis dapat memengaruhi persarafan yang menyebabkan kontraksi otot pada usus besar dan gerakan feses melalui usus. Hal ini dapat disebabkan oleh stroke, cedera saraf tulang belakang, dan beberapa kelainan neurologis lainnya.

• Gangguan pada otot yang terlibat dalam buang air besar. Gangguan pada otot dasar panggul yang berperan pada gerakan usus dapat menyebabkan konstipasi kronis.Masalah ini dapat mencakup kesulitan relaksasi pada otot dasar panggul yang membantu proses buang air besar, kesulitan otot pelvis untuk mengoordinasikan relaksasi dan kontraksi otot, serta meningkatnya kelemahan otot dasar panggul.

• Kondisi yang memengaruhi hormon di dalam tubuh. Hormon membantu menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh. Penyakit dan kondisi yang mengganggu keseimbangan hormon dapat menyebabkan konstipasi, termasuk diabetes, hiperparatiroidisme, dan hipotiroidisme.

Beberapa faktor dikaitkan dengan peningkatan risiko konstipasi kronis, termasuk:

  • Usia yang lebih tua
  • Jenis kelamin wanita
  • Mengalami dehidrasi
  • Mengonsumsi diet yang rendah serat
  • Aktivitas fisik yang terbatas atau tidak sama sekali
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti sedatif, narkotika, dan sebagainya

Berikut tips mengatasi konstipasi:

  • Meningkatkan konsumsi serat. Menambahkan serat pada diet dapat meningkatkan massa dari feses dan mempercepat perjalanannya melalui usus. Tingkatkan konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, roti, dan sereal yang kaya serat.
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin. Aktivitas fisik dapat meningkatkan aktivitas otot pada usus bila dilakukan secara rutin.
  • Hindari menahan buang air besar. Alokasikan waktu untuk melakukan buang air besar tanpa gangguan dan tanpa merasa terburu-buru.
  • Melatih otot dasar panggul. Melakukan latihan otot dasar panggul bersama terapis yang terlatih dapat membantu proses buang air besar.

Jika keluhan anda memburuk atau masih tidak ada perubahan sebaiknya konsultasikan diri anda dengan dokter spesialis penyakit dalam ataupun bedah.

Berikut kami lampirkan beberapa artikel sebagai bahan referensi lain anda.

0 Komentar

Belum ada komentar