Sukses

Nyeri di Payudara Pasca Melahirkan dan Tidak Memberikan ASI

27 Jun 2019, 13:25 WIB
Pria, 21 tahun.

saya baru oprasi sc 1bulan lalu dok. anak saya tidak asi. sekarang payudara saya yg sebelah kiri bengkak. puting nya juga gak keluar. sudah 4 hari saya alami dok. rasa nya sangat sakit. gimana cara mengatasi nya ya dok

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah bertanya menggunakan KlikDokter.com,

Kami memahami kekhawatiran Anda. Pertama, perlu kami tanyakan apakah Anda mengeluarkan ASI yang terbentuk secara teratur (sekalipun tidak memberikan ASI pada anak)? Meskipun tidak menyusui atau tidak memberikan ASI pada anak, Anda tetap harus mengeluarkan ASI yang terproduksi secara teratur. Sebab, ASI yang tertumpuk dapat menyebabkan rasa nyeri karena menekan jaringan payudara.

Bila memang hal ini yang terjadi, cobalah untuk mengompres payudara dengan menggunakan handuk hangat. Kemudian, keluarkan ASI yang ada di dalam payudara secara perlahan, bisa menggunakan tangan (Dengan gerakan memeras) atau dengan menggunakan alat pompa. ANda bisa mengonsumsi obat antinyeri untuk mengurangi keluhan rasa sakit.

ASI yang tidak dikeluarkan ini juga dapat menyebabkan peradangan yang disebut mastitis. Mastitis merupakan peradangan yang terjadi pada jaringan payudara. Keadaan ini bisa disertai dengan adanya infeksi maupun tidak.

Berikut beberapa gejala yang termasuk di antaranya:

·         Bagian payudara menjadi merah dan bengkak

·         Area payudara terasa panas dan nyeri saat disentuh

·         Keluar cairan berwarna putih atau bercampur darah dari puting

·         Sensasi terbakar pada payudara, bisa dirasakan terus-menerus atau hanya saat menyusui

·         Gejala serupa flu

·         Demam dan menggigil

·         Kelelahan dan badan lemas

·         Tubuh terasa pegal atau nyeri

Untuk penanganannya, perlu dilakukan pemberian obat anti radang dan bila perlu pemberian antibiotik bila sudah mengarah pada infeksi bakteri. Untuk itu, ada baiknya Anda memeriksakan diri terlebih dahulu pada dokter agar diagnosis dapat ditegakkan secara maksimal. Setelah itu, penanganannya pun bisa menjadi lebih optimal.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar