Sukses

Diare Pada Anak
23 Jun 2019, 18:38 WIB
Wanita, 27 tahun.

Dok anak saya tiba tiba mencret tanpa diketahui penyebab,, tidak panas tapi jadi bikin tidak nafsu makan...kalau makan agak kasar dia muntah...usia anak saya 13bulan laki laki..sebelumnya adiknya juga begitu setelah saya bawa ke Sp.A alhamdulillah dia sembuh..d8hari yang sama dia sembuh gantilah anak saya yang laki laki ini mencret juga dok,,nah saya kasih minum obat sisa sirup nifuroxazide sama puyer yg kata nya diberikan sehabis anak BAB tapi belum ada perubahan sama sekaliB..saya tidak memberikan antibiotik pada anak saa....apa yang salah ya dok padahal keluhannya sama...saya juga sudah mengganti sufor dgn bebas laktosa untuk diare

Terima kasih telah bertanya seputar Diare Pada Anak menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi BAB >3 kali/hari disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair/lembek), dengan/tanpa darah dan/atau lendir. Biasanya dengan adanya lendir itu sudah ada infeksi dari parasit (disentri).

Ada banyak yang dapat menyebabkan mencret pada anak. Beberapa penyebabnya adalah infeksi virus dan bakteri (kuman). Namun pada anak-anak yang paling sering menyebabkan diare adalah infeksi virus, seperti rotavirus. Yang ditandai dengan diare yang sangat banyak bisa melebihi 10 - 15 x sehari, dan berisi air ditandai juga dengan demam.

Diare pada anak perlu diwaspadai karena tubuh anak yang sebagian besar terdiri atas cairan (80%) sehingga akan mudah sekali menjadi dehidrasi (kekurangan cairan) akibat diare. Yang diperlukan adalah mengawasi jumlah cairan di dalam tubuh anak. Setiap kali anak BAB atau muntah maka berikan asupan cairan oralit kepada anak.

Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan seperti oralit yang anda bisa dapatkan di apotik manapun. Obat lain yang digunakan untuk mengatasi diare pada anak menurut WHO adalah zink. Dosis zink disesuaikan dengan usia.

Indikator paling mudah untuk melihat anak kekurangan cairan atau tidak adalah melihat BAK anak. Perhatikan BAK anak, kalau sudah mulai berkurang dan berwarna pekat, merupakan tanda anak kekurangan cairan. Jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus. Tanda lainnya adalah tidak adanya air mata sewaktu anak menangis dan anak menjadi lemas. Apabila sudah ada tanda-tanda kekurangan cairan, segera bawa anak ke dokter atau UGD/Emergency.

Kami sarankan apabila diare sudah semakin banyak dan anak sulit makan atau minum serta tidak ada perbaikan segera bawalah ke dokter. Perlu diingat pengobatan diare untuk anak sangat berbeda dengan orang dewasa, obat diare untuk orang dewasa tidak boleh digunakan untuk anak-anak. Adapun obat yang Anda sebutkan boleh saja diberikan pada anak, yang terpenting diberikan dalam dosis yang benar. 

Demikian informasi seputar Diare Pada Anak yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.              

0 Komentar

Belum ada komentar