Sukses

Risiko tekanan darah tinggi
21 Jun 2019, 09:28 WIB
Pria, 57 tahun.

Dokter terhormat, Saya dalam keadaan sehat, dan belakangan ini sering periksa tekanan darah sendiri menggunakan Omron Automatic Blood Pressure Monitor, dan sering mendapatkan hasil rata2 130/75, namun kadang2 juga 135/80. Disamping itu, saya juga mengukur detak jantung saya atau BPM dengan Oximeter dan mendapatkan hasil rata2 termasuk tinggi juga yakni sekitar 75-95. Saya pernah minum obat Concor 2.5mg yang pernah diresepkan oleh dokter jantung, dan mendapatkan detak jantung agak menurun, namun setelah berhenti minum obat tersebut, detak jantung kembali tinggi. Pertanyaan saya adalah apa saja yang menjadi risiko kesehatan dengan indikator2 yang saya sebutkan di atas? Terima kasih.

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya mengenai tekanan darah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Tekanan darah terdiri atas tekanan darah sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan saat jantung memompa darah dan tekanan diastolik adalah tekanan saat jantung beristirahat.

Normalnya tekanan darah sistolik < 120 mmHg dan tekanan diastolik < 80 mmHg. Sedangkan tekanan darah sistolik >130 mmHg dikategorikan sebagai hipertensi begitu pula dengan tekanan diastolik >80 mmHg.

Jika setelah beberapa kali pemeriksaan didapatkan hasil tekanan darah lebih tinggi dari normal, dapat dikatakan bahwa menderita darah tinggi. Pada tahap awal, terapi darah tinggi dapat dilakukan dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

Olahraga teratur, minimal 3x/minggu masing-masing selama minimal 30 menit, seperti jalan kaki, jogging, berenang

Kurangi berat badan.

Kurangi asupan garam

Kurangi mengkonsumsi makanan yang digoreng

Perbanyak asupan makanan berserat seperti buah-buahan dan sayuran

Berhenti merokok dan hindari konsumsi alkohol

Jika dengan melakukan perubahan gaya hidup tersebut tekanan darah tetap tinggi, maka diperlukan terapi dengan obat-obatan untuk mengatasi hipertensi. Hipertensi yang tidak diterapi dapat menyebabkan berbagai komplikasi berupa gangguan jantung, pembuluh darah, gangguan ginjal, merusak kerja mata, menimbulkan kelainan atau gangguan kerja otak, dll.

Tekanan darah yang tinggi dapat mengakibatkan rasa pusing atau sakit kepala dan sekitar leher. Terapi obat-obatan dapat membantu mengendalikan tekanan darah, dan pada banyak kasus memang diperlukan seumur hidup agar tekanan darah terkontrol. 

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan seputar tekanan darah. Semoga bermanfaat. 

Salam sehat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar