Sukses

Gatal dan Bentol di Pipi

18 Jun 2019, 11:03 WIB
Wanita, 25 tahun.

beberapa hari yang lalu kulit saya mengalami gatal dan sedikit merah di sekitar pipi dan hidung, kadang suka muncul bentol2 padahal tidak digigit serangga atau nyamuk, biasanya saya minum obat alergi ctm supaya tidak terlalu gatal. yang ingin saya tanyakan setelah gatal berhenti biasanya kulit wajah saya akan normal kembali tp beberapa hari ini malah kulit saya menjadi kasar dan kalau dipegang seperti ada kulit halus yang mengelupas dan agak bruntusan, saya tetap melakukan rutinitas skincare saya dan memakai mosturizer spt biasa tp kok masih sedikit kasar, ini bagaimana ya dok supaya kulit wajah saya kembali spt semula? terima kasih

Terima kasih telah bertanya seputar gatal dan bentol di pipi melalui fitur Tanya Dokter.

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda. Dari keluhan yang Anda sampaikan, kemungkinan anda mengalami dermatitis perioral. Dermatitis pada orang awam sering disebut sebagai eksim. Eksim adalah bahasa awam untuk dermatitis atau peradangan pada kulit. Terdapat beberapa jenis dermatitis

dermatitis statisdermatitis kontak iritan/alergikdermatitis seboroikdermatitis atopikdermatitis perioraldan sebagainyaNamun apabila orang merujuk pada eksim, kemungkinan yang dimaksud adalah dermatitis atopi. Atopi dalam hal ini berarti adalah kondisi yang disebabkan karena alergi, seperti asma dan rinitis alergi.

Eksim/dermatitis dapat dipicu oleh pencetus (alergen) yang berkontak dengan kulit, hal tersebut terjadi pada orang yang sensitif terhadap iritasi di kulit. Kulit kering, kemerahan, rasa gatal dan panas merupakan salah satu gejala eksim. Untuk beberapa kasus, seperti Anda, eksim dapat muncul berulang-ulang atau berlangsung secara kronik (dalam jangka waktu lama). Kebiasaan untuk menggaruk kulit yang gatal tersebut justru akan memperparah kondisi kulit dan pengobatan dapat berlangsung lebih lambat.

Penyebab dari eksim belum diketahui. Diperkirakan berhubungan dengan sistim kekebalan tubuh yang berkaitan dengan reaksi alergi. Kontak dengan bahan alergen (pencetus alergi) akan dapat memicu kambuhnya eksim kembali. Bahan-bahan alergen (yang juga mungkin didapatkan berkontak dengan Anda adalah sabun, detergen, udara (dingin, panas, lembab), krim, parfum, keringat, garukan, bakteri, emosi atau stres , pakaian, dan perhiasan.

Penyakit eksim memang sulit dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Cara terbaik untuk menghindari eksim kambuh kembali adalah mengenali faktor pencetus apa yang dapat membuat eksim Anda kambuh kembali (detergen, pelembab, atau stres) dan sebisa mungkin hindari pencetus tersebut. Pada kasus Anda dapat karena air ludah dan pasta gigi. Cobalah mengurangi penggunaan pasta gigi atau menggantinya, hindari penggunaan sabun pada daerah keluhan Anda, dan gunakan pelembab.

Anda dapat mengoleskan salep kortikosteroid lemah. Ingatlah untuk mengoleskannya hanya ketika eksim sedang kambuh. Hindari stres, makan bergizi, dan beristirahat teratur. Kortikosteroid topikal apabila digunakan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan penipisan kulit, hipopigmentasi, dan jerawat. Efek sistemiknya adalah supresi pertumbuhan dan supresi adrenal. Untuk meminimalisasi risiko tersebut, maka sebaiknya krim kortikosteroid hanya dioleskan pada daerah eksim selama 2-3 minggu, 1x/hari, digunakan di sore hari, dan mengoleskan pelembab pada eksim apabila tidak menggunakan krim tersebut.

Apabila gejala terus berlanjut maka sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk dievaluasi lebih lanjut.

 

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Terima kasih.

0 Komentar

Belum ada komentar