Sukses

Mulas di pagi hari
14 Jun 2019, 11:37 WIB
Wanita, 23 tahun.

Halo, saya sering mules dipagi hari, padahal sebelumnya saya sudah BAB, tapi setelahnya perut masih tetap saja mules, tapi saat ke toilet tidak mengeluarkan apapun. Saya mengatasinya dengan minum air hangat. Ini gejala apa ya dokter? Terimakasih

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya mengenai mulas di pagi hari menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami memahami ketidaknyamanan yang Anda rasakan. Sebelumnya, cobalah untuk mencari tahu penyebabnya dengan mengingat kembali makanan yang Anda makan sebelumnya. Tetapi jika mulas yang Anda rasakan menetap, Anda perlu mencari tahu penyebab lain dari mulas yang tidak hanya disebabkan oleh makanan.

Keluhan Perut mulas juga dapat disebabkan oleh:

1. Merokok

Merokok dapat membuat katup antara perut dan kerongkongan menjadi lemah, sehingga asam lambung naik ke kerongkongan hingga muncul sensasi terbakar pada kerongkongan dan menyebabkan rasa mulas di perut.

2. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Mengkonsumsi obat antinyeri nonsteroid, antibiotik dan golongan obat lainnya dapat  memicu mulas. Jika Anda sedang dalam terapi lain, Konsultasikan dengan dokter jika Anda berpikir obat yang Anda konsumsi menyebabkan mulas. Jangan memutuskan untuk berhenti minum obat tanpa saran dari dokter.

3. Suplemen minyak ikan

Minyak ikan mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk mengelola penyakit jantung, depresi, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya. Namun, asam lemak omega-3 juga dapat menyebabkan perut mulas.

4. Stres

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Psychosomatic Research menunjukkan bahwa persepsi pasien tentang gejala mulas berhubungan dengan stres. Stres dapat meninggalkan efek neurologis yang memicu gerak usus meningkat dan menyebabkan perut mulas.

5. Peppermint

Efek menenangkan pada mentol cenderung dapat mengendurkan katup yang memisahkan perut dengan kerongkongan yang dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dengan lebih mudah.

6. Kelebihan berat badan

Semakin berat badan Anda, semakin besar kemungkinan perut mulas. Sebuah studi tahun 2003 yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menemukan bahwa risiko refluks asam penyebab mulas meningkat seiring dengan meningkatnya indeks massa tubuh (BMI/Body Mass Index). Asosiasi ini tampaknya lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria, terutama pada wanita premenopause. Penyebab yang mungkin adalah karena pola makan yang buruk, kelebihan lemak di perut, dan bahan kimia yang dirilis oleh lemak tubuh.

7. Gen

Sebuah studi menunjukkan bahwa sekitar 30 sampai 45 persen risiko perut mulas tergantung pada faktor genetik. Sisanya dapat dipengaruhi oleh makanan yang anda makan, kebiasaan merokok dan kurangnya olahraga. Sifat fisik yang diwariskan oleh orang tua seperti kelainan fungsi perut atau hipersensitif terhadap asam lambung dapat mempengaruhi sensitifitas perut.

Agar perut lebih tenang dan rasa sakitnya berkurang, konsumsilah makanan yang bersahabat dengan kondisi perut Anda, dan jauhkan segala macam makanan dan minuman yang dapat menyebabkan perut sakit. Berikut adalah cara memilih makanan yang sehat bagi perut.

Perhatikan Kebiasaan Makan

Jika Anda mengalami sakit perut setelah makan, ubahlah jenis makanan yang dikonsumsi dan kebiasaan Anda makan. Santaplah makanan ringan seperti buah atau roti saat sarapan. Bukan makanan berat seperti nasi lengkap dengan lauk pauknya.Hindari makan 2-3 jam sebelum tidur. Berbaring pada saat perut penuh dapat menekan lower esophageal sphincter Anda, yaitu untuk menjaga asam lambung dari makanan dan datang kembali ke kerongkongan.

Isi Perut dengan Serat yang Cukup

Mengonsumsi makanan dengan banyak serat sangat baik untuk pernceranaan dan mencegah sembelit. Untuk usus yang sehat, Anda memerlukan berbagai serat seperti roti gandum, beras merah, buah, sayur, dan kacang-kacangan.Beberapa orang tidak cocok dengan sereal dan biji-bijian karena dapat menyebabkan kembung dan iritasi pada usus besar. Jika itu yang terjadi, konsumsilah serat dari buah dan sayuran sebagai gantinya.

Konsumsi Banyak Cairan

Penting sekali bagi Anda untuk terus mengonsumsi air, khususnya air putih. Hal itu baik dilakukan karena dapat melancarkan pencernaan dan sistem pembuangan. Serat bekerja seperti spons, menyerap air. Jika tanpa cairan, serat tidak dapat melakukan pekerjaan dan dapat menyebabkan sembelit. Konsumsilah banyak air. Minumlah dua gelas air putih sebelum dan setelah makan. Hindari kafein karena dapat menyebabkan perut mules.

Perhatikan Komposisi

Jika makanan pedas membuat perut Anda panas, sakit perut atau bahkan diare, hindarilah. Beberapa orang juga tidak cocok dengan makanan tertentu. Makanan asam seperti tomat, jeruk dan minuman bersoda dapat memicu rasa sakit pada perut. Jika Anda tidak bisa mencerna laktosa (gula dalam susu), yang terjadi adalah perut menjadi kembung dan diare setelah minum atau makan produk yang mengandung susu. Seperti krim, keju, yoghurt dan cokelat susu.

Pilih Minuman yang Tepat

Meminum minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda dapat meningkatkan asam pada lambung dan menyebabkan sakit perut pada beberapa orang. Untuk mengurangi masalah pencernaan, pilihlah minuman yang tidak bersoda dan tidak mengandung kafein. Seperti teh herbal, dan air putih. Jika Anda harus mengonsumsi teh atau kopi, batasi asupannya. Satu atau dua cangkir per hari sudah cukup.

Jika keluhan masih berlanjut, kami anjurkan agar Anda berkonsultasi kepada dokter agar diperiksa lebih lanjut, agar diketahui penyebab dan pengobatan yang tepat.

Sakit Perut Setelah Sarapan, Apa yang Salah?

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar