Sukses

Osteoarthritis dan Hipertensi
13 Jun 2019, 22:43 WIB
Wanita, 65 tahun.

Halo Dokter, saya punya penyakit osteoatrithis dan hipertensi, informasi yg saya terima utk menghindari itu adalah operasi pengikatan lambung, karena olahraga jalan dan lari tidak diijinkan, sehingga saya merasa kurang efektif bila senam lantai saja. Bagaimana sebaiknya ?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter

Kami mengerti keresahan yang Anda alami. Ijikan kami menjelaskan sedikit mengenai OA atau Osteoarthritis. OsteoArthritis atau dengkul kopong adalah infeksi sendi dan tulang akibat proses pengapuran tulang. Biasanya, gangguan yang berkenaan pula dengan penyakit tulang rhematik ini hanya terjadi di lutut. Berbeda dengan Osteoporosis yang merupakan pengeroposan hampir di seluruh sendi tubuh.

Gejala yang timbul biasanya berupa kesulitan untuk berjalan, cepat lelah, kesulitan untuk jongkok, dan gampang jatuh. Timbul juga nyeri yang menyebabkan keterbatasan gerak, ketergantungan kepada obat dan orang lain, bahkan depresi. 

Tatalaksana terhadap OA secara umum dapat dibedakan menjadi tatalaksanan non bedah dan bedah. Tatalaksana non bedah berupa obat-obatan, perubahan pola diet, fisioterapi, serta modifikasi aktivitas.

Perubahan pola makan dapat dilakukan dengan tidak mengonsumsi berbagai makanan yang kaya akan kandungan lemak dan kolesterol yang dapat meningkatkan berat badan dan memperberat OA yang terjadi. Makan makanan 4 sehat 5 sempurna secara seimbang serta perbanyak buah dan sayur.

Pengobatan tekanan darah tinggi atau hipertensi yang utama adalah dengan modifikasi gaya hidup. Pola hidup sehat yang dapat diterapkan, di antaranya:

  • Mengurangi asupan garam
  • Olahraga teratur
  • Menurunkan berat badan
  • Berhenti merokok

Obat antihipertensi diberikan jika tidak ada perubahan setelah modifikasi gaya hidup. Ada banyak jenis obat antihipertensi yang terdiri dari golongan ACE-inhibitor, beta-blocker, thiazide, angiotensin II receptor blockers, calcium chanel blocker, dan sebagainya.

Semua obat tersebut berfungsi menurunkan tekanan darah tinggi dengan cara kerja yang berbeda-beda. Indikasi pemberian obatnya pun berbeda-beda disesuaikan dengan usia, derajat hipertensi, dan penyakit lain yang mendasari.

Awalnya dokter akan memberikan satu jenis obat hipertensi dengan dosis paling rendah dan diobservasi selama beberapa waktu. Jika tidak efektif, maka dokter akan meningkatkan dosis obat atau menambahnya dengan obat antihipertensi yang lain.

Sudah berapa lama Anda mengalami hal ini? Kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam untuk menilai kondisi Anda saat ini dan penanganan yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga berikan semoga bermanfaat 

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar