Sukses

Program Hamil Lagi Setelah IUFD
11 Jun 2019, 11:35 WIB
Wanita, 27 tahun.

Salam kenal kter, Baru 1 minggu lalu (29.5.19), saya melahirkan namun sayangnya berdasarkan dokter kandungan tempat biasa saya kontrol bayi saya sudah meninggal selama 3 hari di dalam kandungan dan saya melahirkan secara normal. Pertanyaannya adalah berapa lama jeda waktu yg di butuhkan agar saya bisa hamil lagi? Mohon penjelasan dan tips lengkapnya dokter. Terimakasih

Terima kasih telah menggunakan layanan E-Konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.com. Kami turut bela sungkawa atas kejadian yang menimpa Anda sekeluarga. Kematian Janin Dalam Kandungan atau yang juga disebut IUFD (Intra Uterine Fetal Death) terjadi pada kehamilan diatas 20 minggu. Diagnosis ditegakkan dari pemeriksaan USG dgn melihat sudah tidak adanya aktivitas denyut jantung janin. Kematian dinilai berdasarkan fakta bahwa sesudah dipisahkan dari ibunya janin tidak bernapas atau menunjukkan tanda-tanda kehidupan, seperti denyut jantung, atau pulsasi tali pusat, atau kontraksi otot.

1. Berapa banyak kasus, kematian janin dalam kandungan itu terjadi dalam setiap kehamilan.

Dalam 30 tahun terakhir angka kematian bayi di bawah 25 per 1000 kelahiran.

2. Secara umum atau secara khusus apakah faktor penyebab terjadinya kematian bayi dalam kandungan

hipoksia kronis (30%), kelainan kongenital/kromosom janin (20%), komplikasi dalam kehamilan seperti solusio plasenta (pelepasan plasenta) yaitu 25%, infeksi janin, kondisi diabetes dalam kehamilan , gerakan bayi yang berlebihan, trauma saat hamil, infeksi pada ibu hamil, kelainan bawaan bayi, inkompatibilitas rhesus

3. Kalau dalam kasus saya karena tali plasentanya yg ceking / mengecil apa yang menyebabkan itu.

Plasenta yang menipis bisa disebabkan oleh pre-eklampsia, pertumbuhan janin terhambat, kelainan kromosom dan infark plasenta. Apakah selama proses kehamilan istri Anda. terjadi peningkatan tekanan darah (hipertensi)?

4. Kapan saat yang tepat/boleh bagi saya untuk hamil lagi.

Umumnya seorang perempuan akan mulai berovulasi 2 - 3 minggu setelah tindakan pengguruan, sehingga sebetulnya dapat segera hamil (tidak ada hubungan tindakan pengguguran kandungan dengan kesuburan). Namun, hal ini sangat bergantung dengan kondisi kesehatan reproduksi dan hormon Anda. Jika tidak ada masalah dengan kesehatan reproduksi dan hormon Anda maka tidak ada yang perlu Anda khawatirkan.

Persiapan kehamilan pasca keguguran 1x tidak berbeda:

Hitung masa subur: Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda dan suami melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu.   Untuk menghitung masa subur pada wanita dengan siklus haid tidak teratur harus dilihat dari 6 siklus haid. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan. Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.Rumusnya:

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11Ubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas.Konsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari seperti yang sudah Anda lakukan sebelumnya agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.Lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas)Jumlah dan kualitas sel telur seorang perempuan memang berkurang seiring bertambahnya usia. Selain itu, perempuan yang lebih tua juga memiliki kemungkinan mengalami kondisi medis seperti endometriosism fibroid, atau polip. Hal-hal ini dapat mempengaruhi fertilitas atau kesuburan seseorang.

Untuk menurunkan angka IUFD, perlu deteksi dini potensi masalah pada janin, seperti pengawasan monitoring dalam persalinan, deteksi adanya pertumbuhan janin terhambat, gerakan janin yg berkurang, deteksi penyakit yg menyertai seperti hipertensi dan diabetes.

Berusaha dan berdoa dapat membantu Anda untuk lebih tenang dalam usaha memiliki keturunan serta berserah kepada kehendak yang Kuasa. Hidup sehat, tetap berusaha dan senantiasa berdoa merupakan hal-hal yang dapat Anda lakukan. Kami doakan selalu Anda dan keluarga mendapatkan yang terbaik dari Yang Di Atas.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat membantu. 

Salam, 

    0 Komentar

    Belum ada komentar