Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Seks Oral dan HIV
02 Jun 2019, 23:54 WIB
Pria, 22 tahun.

Dok saya mau tanya saya baru pertama kali melakukan oral sex dan saya melakukan oral sex dengan orang yang mungkin sudah berkali kali melakukan oral sex dan hubungan badan dengan orang yang berbeda beda, jadi pertanyaan saya di sini dok berapa persen saya bisa terkena HIV/Aids dan berapa persen penularan HIV/Aids terjadi ketika melakukan oral sex, juga berapa persen yang penularan dengan orang yang baru saja melakukan sex. Terimakasih sebelumnya dok

Terimakasih telah bertanya mengenai seks oral dan penularan HIV melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran Anda.

Infeksi HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Penularan umumnya terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Jika tidak ada kontak langsung antara membran mukosa antara penderita dengan bukan penderita maka tidak dapat terjadi penularan. Apabila saat oral seks terdapat luka pada daerah kelamin maka risiko penularan akan meningkat. Namun jika tidak ada luka, kecil kemungkinannya.

Menghindari penularan terjadi dengan penderita HIV adalah dengan menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh (darah, air mani, cairan vagina, ASI). Apabila khawatir tertular, pemeriksaan darah dapat dilakukan dalam waktu 3 bulan setelahnya.

Jenis tes HIV yang paling banyak dilakukan adalah rapid test yang disebut juga uji antibodi. Antibodi dihasil oleh tubuh ketika terpapar/terinfeksi dengan virus seperti HIV maupun bakteri. Tes antibodi akan mencari antibodi/zat kekebalan terhadap HIV di dalam darah atau cairan mulut/ludah. Uji antibodi dapat mendeteksi infeksi HIV paling cepat 3 minggu dari waktu infeksi. Sebagian besar (97%4 hari) individu akan memiliki antibodi yang dapat terdeteksi dalam waktu 3-12 minggu (21-84 hari) dari waktu infeksi. Jika hubungan seksual dipersepsikan sebagai waktu infeksi, maka sebaiknya dilakukan 1 bulan setelahnya agar virus HIV dapat terdeteksi dalam darah (jika memang ada infeksi).

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai seks oral dan infeksi HIV. Semoga bermanfaat. Salam. 

0 Komentar

Belum ada komentar