Sukses

Sembelit dan BAB Berdarah
31 May 2019, 11:24 WIB
Wanita, 22 tahun.

Permisi mau tnya dok, saya kalo bab ko merasa sembelit berlebihan kadang nympe keluar darah itu gmn ya dok cara pengobatannya? Area sekitar dubur juga terasa sakit. Terimakasih

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.com,

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sulit buang air besar, atau yang biasa disebut dengan konstipasi, merupakan suatu keadaan dimana kotoran menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari. Susah buang air besar disebut juga konstipasi.

Konstipasi terjadi karena kecepatan makanan melewati kolon (usus besar) terlalu lambat, sehingga kolon memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyerap air yang terkandung dalam sisa-sisa makanan, dan hal ini menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi antara lain:

·         Kurang minum untuk waktu yang lama

·         Kurang olah raga

·         Kurang asupakan makanan berserat

·         Konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan

·         Kebiasaan menunda buang air besar.

·         Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obat penghilang rasa sakit dan pereda batuk yang mengandung kodein, obat antidepresi, obat antikejang, suplemen zat besi, beberapa jenis obat-obatan antihipertensi, dan obat-obatan yang mengandung kalsium dan aluminium

·         Penggunaan obat-batan pencahar secara berlebihan dan untuk waktu yang lama. Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat merusak persarafan dan dinding usus besar sehingga menimbulkan terjadinya konstipasi.

·         Kelainan hormonal, seperti pada keadaan hipotiroidisme, hiperparatiroidisme, dan keadaan dimana kadar estrogen dan progesteron tinggi dalam darah seperti saat menstruasi dan saat hamil.

·         Adanya penyakit yang diderita yang menimbulkan gangguan pada persarafan dinding kolon seperti : kencing manis, skleroderma, dan kanker kolon.

·         Adanya kelainan pada sistem persarafan tubuh, seperti pada penderita penyakit parkinson, multiple sklerosis, dan kelainan tulang belakang.

·         Adanya luka pada kulit anus

·         Adanya kelainan psikologis akibat kecemasan yang berlebihan, dan sebagainya.

Sebagian besar kasus konstipasi dapat diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup, dan hal-hal dibawah ini penting untuk Anda lakukan, seperti :

·         Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari.

·         Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna dalam mengatasi konstipasi.

·         Olahraga secara teratur

·         Jangan menunda keinginan untuk BAB.

Bila sudah ada rasa nyeri, salah satu kemungkinannya terjadi lecet pada pinggiran anus akibat regangan yang berlebihan dari BAB yang keras (disebut fisura ani). Untuk memastikannya, perlu pemeriksaan langsung oleh dokter. Apakah Anda merasakan pinggiran anus yang nyeri saja, atau terdapat semacam daging yang ikut keluar bersama kotoran? Bila telah ada 'daging' / jaringan yang keluar ini  maka sudah dapat dikatakan terjadinya ambeien. Ambeien atau wasir atau dalam dunia medis kami menyebutnya dengan hemoroid. Hemoroid dicetuskan oleh beberapa faktor risiko, salah satunya adalah sembelit atau konstipasi. Anda juga bisa berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam, salah satunya untuk mendiskusikan pilihan-pilihan pengobatan,

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar