Sukses

Penyebab Haid Jarang-Jarang

29 May 2019, 17:21 WIB
Wanita, 25 tahun.

Halo dok, saya wanita dengan tinggi 156 dan berat 80 kg. Tahun lalu, saya sering tidak menstruasi dalam 1 - 2 bulan. Tapi sejak akhir Desember 2018 tiba-tiba saya mengalami menstruasi menerus sampai sekarang dan hanya berhenti selama 1 minggu di awal Februari. Awalnya darah hanya berupa seperti flek, kemudian menstruasi normal. Tapi kemudian tiba-tiba perut sedikit keram, lalu muncul darah menggumpal. Ukuranya mulai kecil dan yang paling besar (baru kemarin malam saya alami) sebesar dua jari tangan. Saat gumpalan darah muncul selalu disertai dengan rasa sedikit nyeri di perut dan pinggang jika duduk terlalu lama. Ada yang bilang hal ini saya alami karena berat badan yang berlebih. Selama menstruasi, saya pernah mengalami darah yang warnanya pucat nyaris bening, lalu darah merah hati pekat menggumpal, darah segar yang berbentuk seperti karamel dan darah warna merah segar. Saat yang keluar darah segar berbentuk seperti karamel, rasanya perut saya seperti kering. Demikian penjelasan tentang apa yang saya alami, mohon pencerahan dari dokter. Terimakasih Sebelumnya.

Terimakasih telah bertanya tentang oligomenorea melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kondisi Anda.

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, dengan lama keluarnya darah haid berlangsung selama 2-8 hari. Tidak semua wanita mengalami siklus menstruasi yang teratur setiap bulannya. Kelainan pada siklus menstruasi dapat berupa polimenorea, oligomenorea ataupun amenorea.

Yang Anda alami tergolong oligomenorea. Melihat usia Anda yang tergolong remaja, hal ini wajar terjadi, karena hormon-hormon kewanitaan baru mulai bekerja dan membutuh waktu untuk mencapai kondisi stabil yang nampak sebagai pola haid yang teratur. Bila pola haid yang tidak teratur ini berlangsung terus-menerus, kemungkinan memang ada hal yang mendasari.

Oligomenorea merupakan suatu keadaan dimana siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari, sedangkan jumlah perdarahan tetap sama. Wanita yang mengalami oligomenorea akan mengalami menstruasi yang lebih jarang daripada biasanya. Namun, jika berhentinya siklus menstruasi ini berlangsung selama lebih dari 3 bulan, maka kondisi tersebut dikenal sebagai amenorea (tidak haid) sekunder. Selengkapnya di sini: Penyebab Tidak Haid Berbulan-bulan.

Oligomenorea sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang terjadinya menopause. 

Disamping itu, oligomenorea dapat juga terjadi pada:

Gangguan indung telur, misal : Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS)Stress dan depresiSakit kronikPasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)Penurunan berat badan berlebihanOlahraga berlebihan, misal atlitAdanya tumor yang melepaskan estrogenAdanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran darah menstruasiPenggunaan obat-obatan tertentudsbUmumnya oligomenorea tidak menyebabkan masalah, namun pada beberapa kasus oligomenorea dapat menyebabkan gangguan kesuburan. 

Pemeriksaan ke dokter kandungan harus segera dilakukan ketika oligomenorea sudah berlangsung lebih dari 3 bulan dan mulai menimbulkan gangguan kesuburan.

Baca juga: 

6 Penyebab Haid Tidak Teratur"Gimana Sih, Siklus Menstruasi yang Normal?"Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar oligomenorea. Semoga bermanfaat.

    0 Komentar

    Belum ada komentar