Sukses

Ciri Alergi Obat

28 May 2019, 22:12 WIB
Pria, 35 tahun.

hi dok sy ingin tny apa obat carbamazepine menyebabkan gangguan pendengaran dan gatal?sy terkena TN dan di ksi dokter saraf obat carbamazepine sejak minum carabamazepin 2x sehari muncul gatal2 di perut sampe ke bawah payudara dan telinga kadang seperti naik ke gunung setelah bangun tidur,sy pernah mengeluh gatal2& mslh telinga pada dokter saraf yg memberi obat.namun beliau hanya diam saja mslh telinga dan hanya blg ke dokter kulit klo gatal2 di perut.thx

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.     

Dari gejala yang Anda alami, kemungkinan Anda mengalami reaksi alergi obat.      

Gejala alergi obat bervariasi tergantung dari bentuk mekanisme imun tubuh yang terlibat. Reaksi yang paling sering terjadi adalah ruam kulit. Jika sebelumnya seseorang pernah terpapar obat yang menyebabkannya alergi, maka ruam mungkin akan timbul lebih cepat, bisa dalam satu atau dua hari sejak minum obat. Reaksi juga dapat 'tertunda' atau belum terjadi hingga 8 sampai 10 hari setelah meminum obat. Reaksi obat juga mungkin baru terjadi setelah satu minggu sejak seseorang berhenti dari meminum obat, biasanya ini terkait dengan penggunaan antibiotik.

Gejala alergi yang muncul hanya beberapa saat setelah mengonsumsi obat (gejala akut) biasanya memunculkan ruam kulit dan gatal-gatal (mirip kaligata). Namun pada kasus yang lebih berat, gejala lain yang mungkin timbul adalah hidung tersumbat, denyut nadi cepat, tekanan darah turun, sesak napas, wajah bengkak, dansakit kepala. Jenis reaksi alergi yang satu ini disebut dengan anafilaksis, yang merupakan jenis reaksi alergi yang paling serius. Jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kematian bahkan dalam hitungan menit.                                       

Langkah terbaik untuk mencegah alergi obat adalah dengan menghindari obat-obatan yang menjadi pemicunya. Namun menentukan jenisnya merupakan hal yang sulit, karena pada kenyataannya pasien baru diketahui alergi obat setelah ia mengalaminya.  

Setelah gejala-gejala alergi obat muncul, pengobatannya akan berdasarkan tingkat keparahannya. Jika hanya terjadi ruam kulit, dan selebihnya kondisi Anda sehat secara umum, mungkin hanya butuh menghentikan penggunaan obat tersebut. Namun jika tidak, pengobatan akan dilakukan untuk menghilangkan gejalanya.

Antihistamin sangat disarankan untuk mengurangi gejala gatal-gatal dan gejala terkait histamin lainnya. Salep/krim kortikosteroid (seperti hydrocortisone dan lain-lain) dapat diresepkan dokter untuk mengatasi gejala alergi pada kulit. Sedangkan tablet kortikosteroid (seperti prednison) dapat juga digunakan untuk gejala yang lebih parah.

Anafilaksis, reaksi alergi yang paling serius, akan menyebabkan tekanan darah turun secara dramatis, mengi dan sesak napas. Pada kasus anafilaksis yang parah, pasien dapat kehilangan kesadaran, atau bahkan kematian. Perawatan anafilaksis adalah dengan cara menyuntikkan epinefrin (adrenalin) dan cairan yang diberikan secara intravena (infus).          

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,   

0 Komentar

Belum ada komentar