Sukses

Pasca Operasi Katarak

25 May 2019, 14:24 WIB
Pria, 58 tahun.

Saya ingin bertanya dok, saya pria dgn riwayat kolestrol & darah rendah. kemarin saya operasi katarak gratis dr pemerintah jam 11 siang sudah selesai. Saat pulang, saat meneteskan obat yg dr RS, mata saya yg di operasi itu masih belum melihat. Hanya terlihat bayangan saja. Terang-gelapnya cahaya. Tidak bisa melihat normal. Sampai hari ini. Memang pulangnya saya sempat bersin2x (kata dokter tidak boleh bersin). Dan pada saat operasi, katanya agak susah memasangkan lensa pada mata saya & dokter sempat bertanya apa pernah ada benturan di mata saya/tdk (tp tdk pernah ada benturan pada mata saya). Padahal istri saya 4 tahun yg lalu juga operasi katarak (di usianya yg ke 53, dengan riwayat darah tinggi & kolestrol & ashma) tapi bisa langsung melihat saat itu juga saat di teteskan obat mata, ia kelihatan suasana penglihatan mata yg sebenarnya. Apakah keadaan saya ini normal? Apakah kondisi mata tergantung pasien masing2? Apakah saya harus merujuk lagi ke RS? Apa kondisi mata saya bisa kembali normal?

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Namun pertama-tama izinkan kami untuk membahas sedikit mengenai serba serbi katarak:

DefinisiKatarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat penambahan cairan di lensa, pemecahan protein lensa, atau kedua-duanya.

Katarak merupakan penyebab kebutaan utama yang dapat diobati di dunia pada saat ini. Sebagian besar katarak timbul pada usia tua sebagai akibat pajanan terus menerus terhadap pengaruh lingkungan dan pengaruh lainnya seperti merokok, radiasi ultraviolet, dan peningkatan kadar gula darah. Katarak ini disebut sebagai katarak senilis (katarak terkait usia). Sejumlah kecil berhubungan dengan penyakit mata (glaukoma, ablasi, retinitis pigmentosa, trauma, uveitis, miopia tinggi, pengobatan tetes mata steroid, tumor intraokular) atau penyakit sistemik spesifik (diabetes, galaktosemia, hipokalsemia, steroid atau klorpromazin sistemik, rubela kongenital, distrofi miotonik, dermatitis atopik, sindrom Down, katarak turunan, radiasi sinar X).

Pasien dengan katarak mengeluh penglihatan seperti berasap dan tajam penglihatan menurun. Secara umum, penurunan tajam penglihatan berhubungan langsung dengan kepadatan katarak.

Gejala dan TandaGejala utama yang dijumpai adalah penglihatan berkabut dan penglihatan yang semakin kabur. Pada gejala awal dapat terjadi penglihatan jauh kabur sedangkan penglihatan dekat sedikit membaik dibandingkan sebelumnya (second sight). Bila kualitas lensa memburuk atau terjadi kelelahan maka second sight ini akan menghilang. Gejala lain yang dijumpai pada katarak senilis adalah penigkatan rasa silau (glare). Pada lensa mata penderita katarak akan tampak bayangan putih. Selain itu dapat pula terjadi pandangan ganda, rabun senja dan terkadang membutuhkan cahaya yang lebih terang untuk membaca.

Tata laksanaSatu-satunya terapi untuk pasien katarak adalah bedah katarak dimana lensa diangkat dari mata (ekstraksi lensa) dengan prosedur intrakapsular atau ekstrakapsular :

Ekstraksi intrakapsular (ICCE). Tehnik ini jarang dilakukan lagi sekarang.Ekstraksi ekstrakapsular (ECCE). Pada tehnik ini, bagian depan kapsul dipotong dan diangkat, lensa dibuang dari mata, sehingga menyisakan kapsul bagian belakang. Lensa intraokuler buatan dapat dimasukkan ke dalam kapsul tersebut.  Kejadian komplikasi setelah operasi lebih kecil kalau kapsul bagian belakang utuh.Fakofragmentasi dan fakoemulsifikasi. Merupakan teknik ekstrakapsular yang menggunakan getaran-getaran ultrasonik untuk mengangkat lensa melalui irisan yang kecil (2-5 mm), sehingga mempermudah penyembuhan luka pasca-operasi. Teknik ini kurang efektif pada katarak yang padat.Katarak biasanya berkembang lambat selama beberapa tahun .  Apabila diperlukan pembedahan maka pengangkatan lensa akan memperbaiki ketajaman penglihatan pada >90% kasus. Sisanya mungkin telah mengalami kerusakan retina atau mengalami penyulit pasca bedah serius misalnya glaukoma, ablasio retina, atau infeksi yang mengambat pemulihan daya pandang. Adanya lensa intraokular dan lensa kontak kornea menyebabkan penyesuaian penglihatan setelah operasi katarak menjadi lebih mudah dibandingkan sewaktu hanya tersedia kacamata katarak yang tebal.

Setelah operasi, biasanya mata akan benar-benar pulih setelah dua bulan. Pada awalnya, akan terasa silau atau lebih sensitif terhadap cahaya. Sayang sekali sulit rasanya untuk mendiagnosis kondisi yang dialami oleh Anda tanpa adanya pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang secara langsung. Untuk itu kami menganjurkan agar Anda dapat memeriksakan diri ke dokter spesialis mata untuk second opinion. 

Berikut kami sertakan pula beberapa artikel yang sekiranya dapat bermanfaat bagi Anda:

Katarak

Ultraviolet Memacu Risiko Katarak

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar