Sukses

TB paru
17 May 2019, 16:04 WIB
Wanita, 34 tahun.

Selamat malam dokter, pd tgl 3 mei 2018 sy masuk rumah sakit dg diagnosa bronchopneumonia dd tb paru, sy keluar dr rumah sakit pd tanggal 7 mei 2018. Pd saat opname sy menjalani serangkaian pemeriksaan lab terutama pemeriksaan skutum bakteri tahan asam, krn keluhan sy sesak nafas, kadang demam, batuk (dahak kl misal dipaksa keluar berwarna hijau kekuningan) hasil dr BTA sy negatif, yg sy ingin tanyakan mungkinkah sy terkena tb paru? Mengingat dr hasil BTA negatif, batuk sy hanya 1mg, sy tdk mengalami batuk darah, tdk ada penurunan BB, tdk mengeluarkan keringat dingin saat malam hari, tdk demam terus menerus. Demikian pertanyaan terimakasih

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya seputar tuberkulosis paru menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda, namun kami tidak dapat menjawab pasti pertanyaan Anda tanpa melakukan pemeriksaan fisik langsung dengan Anda. Kami sarankan sebaiknya Anda berdiskusi dengan dokter yang menangani Anda perihal diagnosis dan pengobatan yang diberikan. 

Kami akan mencoba menjelaskan mengenai tuberkulosis. Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis yang bersifat sistemik, yang dapat bermanifestasi pada hampir semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer. TBC ditularkan melalu airbone/udara.

Tuberkulosis dapat dikalsifikasikan menjadi TB paru dan TB di luar paru (ekstra paru). Tujuan melakukan klasifikasi penyakit dan penderita adalah penting untuk menetapkan panduan OAT yang sesuai. Klasifikasi penyakit dan tipe penderita dilakukan sebelum pengobatan dimulai.

Tuberkulosis Paru

Tuberkulosis paru adalah tuberkulosis yang menyerang jaringan parenchyma paru, sebab itu TB pada selaput paru (pleura) atau TB pada kelenjar hilus dianggap sebagai TB Ekstra Paru. Bila penderita TB paru juga bisa mengalami TB Ekstra Paru, maka untuk kepentingan pencatatan maka penderita tersebut hanya dicatat sebagai penderita TB paru. Berdasarkan hasil pemeriksaan dahak, TB paru dapat dibagi menjadi :

  • TB paru BTA positif, yaitu bila sekurang-kurangnya 2 dari 3 pemeriksaan sediaan dahak SPS hasilnya positif atau sediaan dahak hasilnya BTA positif dan pemeriksaan foto rontgen dada menunjukkan gambaran tuberkulosis aktif.
  • TB paru BTA negatif rontgen positif, yaitu bila semua sediaan dahak SPS hasilnya negatif tapi foto rontgen ada menunjukkan gambaran TB aktif. TB paru BTA negatif rontgen positif dibagi berdasarkan tingkat keparahan penyakitnya, yaitu bentuk berat dan ringan. Bentuk berat bila gambaran foto rontgen dada memperlihatkan kerusakan paru yang luas, seperti adanya proses milier dan atau keadaan umum penderita buruk.

TB Ekstra Paru

TB Ekstra paru adalah tuberkulosis yang menyerang organ lain selain paru, misalnya pleura, selaput jantung, selaput otak, persendian, limfa, kulit, tulang, ginjal, usus, alat kelamin, saluran kemih, dan lain-lain. TB ekstra paru dibagi menurut tingkat keparahan yaitu :

  • TB ekstra paru ringan, misalnya TB kelenjar limfa, tulang (kecuali tulang belakang), sendi, dan kelenjar adrenal.
  • TB ekstra paru berat, misalnya meningitis, milier, perikarditis, perioritis, tulang belakang, usus, saluran kencing, dan alat kelamin. 

Pengobatan TB memang membutuhkan kedisiplinan dan waktu yang panjang. Hingga kini, belum ada obat TB terbaru yang dapat menyembuhkan TB dalam waktu yang singkat. Seseorang dengan TB harus menuntaskan pengobatan yang lama tersebut hingga benar-benar dinyatakan terbebas dari penyakit TB. Lama pengobatan TB pada penderita dapat berkisar 6- 9 bulan, tergantung dari jenis TB dan respon penderita terhadap pengobatan. Sejauh ini, jenis obat TB yang efektif memang kombinasi dari penggunaan empat obat-Rifampisin, INH, Pirazinamid, dan Etambutol, ditambah dengan suntikan Streptomisin pada mereka yang tergolong dalam Penderita TB kategori 2 ( pasien kambuh, gagal ataupun dengan riwayat pengobatan terputus).

Demikian informasi tentang tuberkulosis paru. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar