Sukses

Cairan Vagina Setelah Berhubungan
15 May 2019, 16:02 WIB
Wanita, 29 tahun.

Assalamualaikum doc, saya devi sdh mau mau 2th berumah tangga tp blm punya keturunan.segl cr sdh kami cb dr cek dr sampe pijat. Yg saya tanyakan doc semalam kami campur tp kox bngun pd cd saya bsh kyk ngompol baunya anyir kyk air mani. Apakah spermanya kluar padahal pas campur itu wkt penis di cabut gk kluar spermanya. Trus apakah bs berpeluang hamil kalo kyk gt, terima kasih klikdokter.

Terimakasih telah bertanya seputar cairan vagina yang berbau menggunakan fitur Tanya dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Apakah cairan vagina yang keluar terjadi setelah berhubungan? Keluarnya cairan dari vagina setelah berhubungan intim merupakan hal yang sering terjadi. Saat berhubungan intim, terjadi proses lubrikasi vagina, sehingga cairan lubrikan. Namun cairan normal yang keluar adalah cairan yang bening dan tak berbau. Selain itu, bisa juga itu merupakan sisa sperma saat berhubungan.

Selain itu, karena saat mengalami rangsangan seksual dinding vagina menebal, cairan lubrikan tersebut dapat tertahan di dalam vagina sampai beberapa saat setelah hubungan intim selesai. Hal ini dapat menjelaskan keluarnya cairan dari vagina 1 hari setelah hubungan intim.

Namun, jika ada perubahan dalam jumlah atau kualitas (warna, bau) cairan yang keluar, apalagi jika disertai oleh timbulnya rasa gatal pada daerah vagina, kemungkinan terdapat infeksi dalam vagina tersebut. Untuk mengetahui penyebabnya, perlu diketahui karakteristik cairan yang keluar, seperti warna dan baunya.

Keputihan sendiri dalam kedokteran disebut flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan (bukan darah). Keputihan ada 2 macam, fisiologis dan patologis. Yang dimaksud fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi pada wanita akibat dari perubahan hormonal ketika menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Keputihan patologis adalah keputihan yang terjadi diakibatkan oleh parasit, jamur, bakteri, dan penyakit lainnya.

Apakah selain keputihan juga dirasakan gejala lainnya, seperti:

-rasa gatal pada kemaluan-rasa terbakar pada kemaluan-bau amis atau bau ikan busuk pada keputihan-keputihan yang bergumpal atau berbusa

Apabila memang ada keluhan seperti yang kami sebutkan di atas maka kemungkinan ini adalah keputihan yang patologis. Keputihan yang fisiologis adalah keputihan yang berwarna bening, tidak terlalu banyak, tidak gatal, tidak berbau, dan tidak panas. Apabila keluhan terus berlanjut, kami menyarankan istri Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk mendapatkan penanganan yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cairan vagina yang berbau. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar