Sukses

Adakah VaksinUntuk Cacar Monyet?
15 May 2019, 09:29 WIB
Wanita, 28 tahun.

Dokter, saya berencana mau ke Singapore dengan anak saya yang berusia 2 tahun. Adanya kabar wabah cacar monyet di Singapore membuat saya khawatir dan berencana melakukan vaksin untuk anak saya sebelum berangkat. Saya baca di artikel ini belum ada vaksin spesifik yang bisa menangkalnya, namun ada vaksin cacar variola yang mungkin bisa cukup mencegah cacar monyet. Apakah vaksin variola masih bisa saya dapatkan di Rumah Sakit tertentu? Apakah ada efek samping (misal demam) setelah melakukan vaksin tsb? Mohon jawabannya. Terima Kasih

Terima kasih telah bertanya seputar cacar monyet menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Munculnya kasus cacar monyet di Singapura menggemparkan negeri tersebut! Seorang pria 38 tahun warga Nigeria yang berkunjung ke negeri tersebut – tiba pada 28 April – dideteksi terkena penyakit langka cacar monyet atau monkeypox.

Singapura yang terkenal dengan ketertiban dan kedisiplinannya dalam hal karantina, selain kini kemasukan kasus cacar monyet, ternyata juga pernah disusupi beberapa penyakit langka lainnya. Infeksi Candida auris, infeksi virus Zika dan infeksi Streptococcus group B, pernah menggemparkan Singapura beberapa waktu lalu.

Penyakit cacar monyet yang tahun lalu sempat mewabah di Nigeria itu, kini tampaknya mulai menyusup ke Asia, termasuk Singapura. Waspadai gejala dan penyebab penyakit yang bikin kulit beruntusan parah ini!

Bagaimana cacar monyet menular?

Kasus penyakit cacar monyet pertama kali ditemukan pada manusia di salah satu negara Afrika, yaitu Republik Demokratik Kongo, pada 1970. Antara 1970 hingga 1986, dilaporkan terjadi sekitar 400 kasus cacar monyet.

Tahun lalu penyakit cacar monyet ini sempat mewabah di Nigeria. Sedikitnya ada 10 negara di Afrika yang pernah mengalami wabah penyakit tersebut.

virus cacar monyet menular melalui kontak langsung manusia dengan cairan tubuh, darah, atau kulit dari hewan yang terinfeksi. Pada umumnya, hewan yang terinfeksi virus ini.

Seperti diberitakan Reuters – menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Singapura – pria tersebut ternyata tertular virus ini akibat mengonsumsi bushmeat saat menghadiri sebuah resepsi pernikahan di Nigeria. Bushmeat adalah sejenis daging yang berasal dari beberapa jenis binatang seperti simpanse, gorila, antelope, beberapa jenis burung atau binatang pengerat, yang umum disantap warga Afrika.

Meski demikian, jangan berpikir bahwa manusia akan aman dari jangkauan virus ini. Anda juga perlu waspada karena penyebaran penyakit ini juga bisa terjadi dari manusia ke manusia.

Kemungkinan penularan itulah yang kini sedang dilacak oleh Kementerian Kesehatan Singapura. Kabar resmi yang dilansir Channel News Asia menyebutkan bahwa si pria Nigeria yang sempat tinggal di Hotel 81 Orchid di kawasan Geylang itu sudah berinteraksi dengan setidaknya 23 orang.

Semuanya juga sudah diisolasi dan akan dipantau selama 21 hari. Kementerian Kesehatan Singapura menekankan bahwa kemungkinan penularan penyakit ini pada warga Singapura, amat kecil.

jika seseorang sempat kontak langsung dengan lesi kulit, cairan tubuh, atau lendir dari pernapasan penderita cacar monyet, ia sangat berpotensi terinfeksi. Virus ini juga terdapat dalam droplet (partikel kecil) sehingga ketika penderitanya batuk, bersin, orang-orang di sekitarnya rentan tertular.

Setelah virus cacar monyet masuk ke dalam tubuh seseorang, gejalanya akan timbul antara 4-20 hari kemudian (masa inkubasi). Ada sejumlah gejala yang menyertai penyakit ini seperti demam, keringat dingin, sakit kepala hebat, nyeri punggung, nyeri otot, badan lemas hingga pembesaran kelenjar getah bening.

Selain beragam gejala di atas, penderita cacar monyet juga bisa mengalami komplikasi mulai dari infeksi bakteri pada luka, infeksi paru (pneumonia), gangguan pernapasan, infeksi mata, kebutaan, sampai terjadinya radang otak (ensefalitis).

umumnya cacar monyet bisa sembuh sendiri (self-limited) layaknya penyakit yang diakibatkan virus lainnya.

Biasanya penyembuhan penyakit ini perlu waktu 2-4 minggu. Pengobatan yang dilakukan terhadap penderita infeksi cacar monyet umumnya bertujuan untuk mengurangi gejala seperti demam, nyeri kepala, nyeri otot.

Vaksin untuk cacar monyet

Hingga saat ini, tidak ada vaksin spesifik untuk mencegah cacar monyet. Meski demikian, vaksin untuk mencegah cacar variola (smallpox) juga efektif untuk mencegah cacar monyet, tak hanya untuk mencegah cacar variola saja. Studi membuktikan bahwa vaksin cacar variola dapat memberikan proteksi terhadap infeksi cacar monyet setidaknya sebesar 85%. Atau sekalipun tertular cacar monyet, orang yang sudah mendapatkan vaksin cacar variola akan mengalami gejala penyakit cacar monyet yang lebih ringan.

Untuk menghilangkan cacar monyet dan cacar variola sepenuhnya di dunia, WHO secara gencar telah mengampanyekan vaksin cacar variola sejak tahun 1940 hingga tahun 1980. Pada masa itu, program vaksinasi juga dilakukan di Indonesia. Jadi orang yang lahir pada tahun 1940-1980 umumnya menerima vaksin ini. Vaksin cacar variola ditandai dengan adanya sisa jaringan parut bekas suntikan di lengan atas.

Setelah itu, karena kasus cacar variola sudah lenyap, maka vaksin ini sudah tidak diberikan secara rutin di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia, setelah tahun 1980 hingga saat ini, vaksin cacar variola sudah tidak menjadi program vaksinasi yang dianjurkan oleh pemerintah. Walau demikian, untuk daerah yang sering menjadi tempat cacar monyet mewabah (seperti di Nigeria, Zaire, dan negara-negara di Afrika Tengah), vaksin cacar variola masih ada dan diberikan untuk mencegah cacar monyet.

Langkah antisipasi yang bisa dilakukan masyarakat sebenarnya cukup mudah. Kurangilah kontak Anda dengan jenis-jenis hewan yang rentan membawa virus cacar monyet ini, termasuk jangan memeliharanya di rumah.

Namun jika hal itu tidak bisa Anda hindari, segera cuci tangan dengan memakai sabun dan air mengalir. Bila Anda menemukan hewan yang menunjukkan gejala-gejala seperti luka terbuka pada kulit dan mata berair, segera laporkan kepada petugas kesehatan.

Cara-cara pencegahan tersebut diharapkan bisa mengantisipasi penularan infeksi cacar monyet yang saat ini sudah menyusup ke Singapura. Kedekatan lokasi Indonesia dan negara tersebut memang memancing spekulasi bahwa sebagian wilayah Tanah Air – seperti Batam – sangat rentan terimbas oleh penyakit ini.

Meski demikian Anda tidak perlu panik mendengar adanya kasus cacar monyet di Singapura. Lakukan saja langkah-langkah pencegahan yang sudah dipaparkan di atas. Dan jika Anda mengalami sejumlah gejala yang mirip, segera periksa ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Demikian informasi seputar cacar monyet yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.              

0 Komentar

Belum ada komentar