Sukses

Seputar Serangan Asma

13 May 2019, 12:32 WIB
Wanita, 23 tahun.

Siang dok, saya ingin bertanya. Seminggu lalu adik saya tidak sadarkan diri akibat asma yang dideritanya. Kemudian karena ada radang di saluran pernapasannya adik saya harus diintubasi untuk perbaikan asmanya, dalam proses kritis ini adik saya sempat kejang selama kurang lebih 10 menit. Dua hari setelah diintubasi adik saya baru dapat sadar dari tidurnya, saat pertama sadar adik saya masih dapat merespon keadaan sekitar dan pembicaraan yang ditujukan kepadanya. Selang dua hari kemudian setelah sadar, selang intubasi dilepas untuk observasi kemudian selang intubasi dipasang kembali karena kondisi adik saya yang masih kesulitan bernapas. Di hari ke 5 perawatan, selang intubasi untuk ventilator dilepas kembali dan digantikan dengan cannula yang dihubungakan pada ventilator. Berselang sehari setelah cannula dipasang kemudian dilepas adik saya menjadi tidak dapat merespon saat diajak berbicara ataupun bermain. Kemungkinan apakah yang terjadi pada adik saya ya dok? Terimakasih

Terimakasih sudah bertanya dengan menggunakan fitur Tanya Dokter dari Klikdokter.com

Asma adalah penyakit jangka panjang pada saluran pernapasan yang ditandai dengan penyempitan dan peradangan saluran napas. Akibatnya timbul rasa sesak dan kesulitan bernapas. Gejala lain dari asma adalah nyeri dada, batuk, dan mengi.Asma terdiri dari derajat yang ringan hingga berat –yang dapat berujung pada kematian.

  • Derajat asma intermiten. Ini terjadi jika penyakit asma kambuh kurang dari 1 kali dalam seminggu, tidak memberikan gejala ketika tidak kambuh. Serangan asma derajat ini juga singkat, yakni hanya terjadi kurang dari 2 kali saat malam hari.
  • Derajat asma persisten ringan. Ini terjadi jika penyakit asma kambuh lebih dari 1 kali dalam seminggu, tetapi kurang dari 1 kali per hari. Saat terjadi, gejalanya akan sangat mengganggu aktivitas, dan kenyamanan saat tidur. Derajat asma persisten ringan biasanya terjadi lebih dari 2 kali selama seminggu saat malam hari.
  • Derajat asma persisten sedang. Asma dapat dikategorikan memiliki derajat persisten sedang jika gejalanya timbul setiap hari. Ini biasanya membutuhkan obat bronkodilator setiap harinya untuk membantu mengurangi keluhan. Saat ini terjadi, penderita harus mulai sangat waspada.
  • Derajat asma persisten berat. Asma derajat ini memberikan gejala yang terjadi secara terus-menerus, sehingga penderita akan sangat terbatas untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Derajat asma ini sangat membutuhkan perhatian khusus dari dokter.

Serangan asma yang hebat dapat menyebabkan penurunan fungsi paru-paru, sering kali terjadi setelah infeksi saluran napas. Pada kondisi ini, akan terjadi sumbatan saluran napas total dan perubahan konsentrasi oksigen dan karbon dioksida di dalam darah sehingga penderita asma akan kesulitan bernapas. Penderita akan terlihat terengah-engah saat bernapas, mengalami penurunan kesadaran, kejang, henti jantung, dan meninggal dunia.

Kami tidak dapat memastikan apa yang terjadi pada adik Anda karena sangat dipengaruhi oleh hasil pemeriksaan dari awal hingga akhir. Anda dapat bertanya secara langsung kepada dokter spesialis paru atau penyakit dalam atau anak yang menanganinya sejak awal tentang penyakit asma yang di derita.

Demikian informasi yang dapat diberikan. Salam

0 Komentar

Belum ada komentar