Sukses

Demam dan Nyeri Tenggorokkan
07 May 2019, 21:25 WIB
Pria, 18 tahun.

Begini dokter, empat hari yang lalu saia batuk. Sekedar batuk biasa, ke esokan harinya sama saja, siangnya tiba-tiba tubuh saya panas, pusing, batuknya semakin menjadi, tidak nafsu makan. Saat malamnya kaki dan tangan saya tersanyeri. Keesokan harinya semua mulai membaik panas mulai turun, pusing mulai hilang. Namun keesokan harinya lagi tubuh saya kembali panas, tenggorokan saya nyeri susah menelan, sulit berbicara, mual2, pusing, tidak nafsu makan. Apa yang sedang saya derita?tidakkah parah?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter

Nyeri pada tenggorokan saat menelan, dalam bahasa kedokteran disebut odinofagia. Odinofagia dan rasa tidak nyaman di tenggorokan disertai gejala-gejala tersebut dapat disebabkan oleh radang/infeksi tenggorokan. Mengatasi radang tenggorokan tidaklah sulit, beristirahatlah yang cukup, banyak minum, makan makanan dengan nutrisi cukup dan minum vitamin seperti vitamin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Saat sedang sakit, batasi jenis makanan yang dapat merangsang batuk seperti es dan makanan goreng-goreng,mengurangi atau menghindari asap rokok.

Peradangan pada tenggorokan dalam bahasa medis disebut faringitis atau tonsilofaringitis (karena sering disertai peradangan pada amandel/tonsil). Penyebab infeksi dan radang tenggorokan paling banyak adalah virus (sekitar 40-60%) dan sekitar 15% disebabkan oleh bakteri streptococcus beta hemolyticus, streptococcus viridians, dan streptococcus pyogenes. Selain itu, radang tenggorokan juga dapat disebabkan oleh jamur. Namun perlu diketahui bahwa radang tenggorokan tidak selalu disebabkan oleh infeksi. Keadaan ini juga dapat disebabkan oleh alergi, atau iritan seperti polutan, asap rokok, dan substansi kimia lain. Gejala faringitis sangat bervariasi, bergantung pada penyebabnya. Faringitis dapat merupakan suatu kondisi yang berdiri sendiri atau merupakan bagian dari gejala penyakit lain.

Sayang sekali kami tidak dapat memastikan diagnosis pasti dari keluhan Anda, dan perlu diketahui bahwa dalam memberikan suatu terapi obat membutuhkan data wawancara medis secara lengkap dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh sebelumnya. Untuk itu kami sarankan Anda kembali berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan dan terapi lebih lanjut. Bila lebih dipikirkan penyebabnya adalah infeksi bakteri maka penggunaan antibiotik dapat diberikan, selain itu dapat pula diberikan obat anti inflamasi/peradangan yang sekaligus dapat membantu mengurangi rasa nyeri.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

Salam

 

0 Komentar

Belum ada komentar