Sukses

Pertolongan Pertama Pingsan
06 May 2019, 10:44 WIB
Wanita, 17 tahun.

assalamualaikum dokter ,mau nanya bagaimana tindakan p3k untuk membantu seseorang yang pingsan karena kepanasan

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah bertanya seputar pertolongan pertama pingsan menggunakan KlikDokter.com,

Pingsan merupakan kondisi yang cukup sering ditemukan dalam keseharian. Penyebabnya sangat bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat. Namun, pingsan juga bisa mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang lebih buruk, misalnya penurunan kesadaran akibat stroke. Karena itu, jangan sepelekan pingsan dan ketahuilah cara pertolongan pertama yang tepat pada orang pingsan. 

Ketika pingsan, orang mengalami kehilangan kesadaran secara sementara yang berkaitan dengan penurunan aliran darah ke otak. Saat aliran darah ke otak menurun, maka kebutuhan otak atas oksigen dan nutrien (gula darah) tidak akan tercukupi sehingga otak kehilangan kemampuannya untuk berfungsi secara normal. Pada akhirnya, terjadilah pingsan.

Berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama pada orang yang pingsan:

1. Posisikan penderita dalam keadaan berbaring

Terkadang penderita dapat merasakan bahwa kestabilan dirinya berkurang dan akan jatuh. Bisa juga muncul keluhan seperti pandangan yang semakin memburam. Saat penderita mengatakan dirinya akan pingsan, maka baringkan penderita. Umumnya kesadaran akan perlahan membaik. Untuk mencegah kejadian pingsan berulang, cegah penderita untuk bangkit terlalu cepat setelah berbaring.

Bila tidak ada area yang aman untuk berbaring, maka penderita boleh duduk. Posisikan kepala di antara kedua lutut.

2. Tinggikan area kaki

Saat penderita berbaring, sangga area kaki dengan bantal atau barang apa pun sehingga letak kaki menjadi lebih tinggi daripada kepala. Hal ini akan memperbanyak aliran darah menuju otak. Lakukan pada penderita yang tidak mengalami cedera apapun (misalnya, tidak habis terjatuh karena pingsan) dan bila pernapasan penderita baik-baik saja. Posisikan kaki lebih tinggi kira-kira 30 cm bila memungkinkan.

3. Longgarkan pakaian yang ketat

Minimalkan pertukaran udara yang buruk dengan melonggarkan pakaian yang ketat. Misalnya dengan membuka kancing kerah penderita, dengan begitu penderita dapat bernapas dengan lebih mudah dan bebas. Pertukaran oksigen juga dapat berlangsung lebih lancar.

Jangan biarkan penderita dikerumuni terlalu banyak orang. Biarkan penderita berbaring dengan tenang dan di udara terbuka, agar tersedia lebih banyak oksigen untuknya.

4. Coba bangunkan penderita

Setelah membaringkan dan memastikan kemudahan pernapasan penderita, cobalah untuk menyadarkannya. Lakukan dengan menepuknya, memberikan sedikit guncangan pada tubuhnya, atau memanggilnya dengan kencang. Hal ini untuk mempercepat pemulihan kesadaran penderita, bila memang yang dialaminya hanyalah pingsan sederhana.

5. Hubungi petugas kesehatan bila perlu dan waspadai kerja jantung dan paru

Saat penderita tidak kembali memperoleh kesadarannya setelah melakukan hal-hal di atas, segeralah panggil ambulans atau petugas kesehatan.

Anda juga harus terus waspada terkait dengan kerja organ jantung dan paru penderita. Ketika Anda menemukan bahwa penderita tidak bernapas atau tidak ada denyut jantung di nadi karotis (di samping leher), maka segera mulai Resusitasi Jantung Paru (RJP). Panggil bantuan medis sembari meneruskan siklus RJP. Lakukan RJP dengan cara kompresi dada sebanyak 30 kali, dilanjutkan pernapasan buatan sebanyak 2 kali. Terus ulangi siklus sampai bantuan datang.

Ini adalah beberapa tanda bahwa penurunan kesadaran yang terjadi bukanlah “pingsan biasa”:

·         Bibir dan wajah penderita membiru

·         Detak jantung sangat lemah

·         Ada keluhan nyeri dada sebelumnya

·         Napas terlihat sesak

·         Sulit dibangunkan

·         Tampak kebingungan, gelisah, tidak menyadari kondisi sekitar.

 Demikian informasi yang dapat kami berikan seputar pertolongan pertama pingsan, semoga bermanfaat. 

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar