Sukses

Penanganan Alergi Kulit

02 May 2019, 20:32 WIB
Pria, 21 tahun.

Saya di diagnosa memiliki penyakit alergi makanan pada saat itu wajah saya juga berjerawat penuh dan saya belum ada tes alergi bapa penyebab pasti saya alergi dan makanan apa , dokter menyarankan jauhi seafood ,dan setelah pergi berobat sana sini ada obat mexon yang di beri dalam resep setelah saya konsumsi mexon alergi gatal gatal kulit saya hilang jadi sudah kurang lebih satu tahum saya konsumsi mexon setiap hari nya dan saya mengalami efek : Secara umum kumpulan-kumpulan efek samping ini dikenal sebagai Cushing sindrom, yaitu gejala-gejala seperti muka tembem, penebalan seperti selulit pada punggung dan perut, hipertensi, penurunan toleransi terhadap karbohidrat dan gejala-gejala lainnya. Cushing sindrom dapat pulih (reversibel) bila terapi dihentikan, tetapi cara menghentikan terapi harus dengan menurunkan dosis secara bertahap (tappering-off) untuk menghindari terjadinya insufisiensi adrenal akut. Serta Stretch Mark di paha bokong betis lengan punggung dan bahu disela ketiak juga pipi membesar dan jerawat an tak kunjung hilang , Bagaimana tubuh saya agar normal kembali dok? Dan berat badan saya bertambah saya juga jadi pemalas beraktivitas serta sering pusing disiang lemes gitu dok Terimakasih atas perhatiannya dok

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter mengenai alergi kulit.

Perlu diketahui bahwa konsumsi obat golongan yang Anda sebutkan, yaitu steroid, tidak boleh dikonsumsi dalam jangka panjang, terlebih jika dosisnya besar. Gejala cushing syndrome dapat terjadi akibat penggunaan steroid ini. Kami menyarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter kulit Anda untuk mengurangi secara perlahan dosis steroid ini, sehingga akhirnya bisa dilepas obatnya sama sekali.

Terkait alergi yang Anda alami, gejala alergi macam-macam, bisa berupa kelainan kulit (kemerahan, gatal, bentol, iritasi), sesak napas, keluar lendir dari hidung, dan sebagainya. Alergi adalah reaksi tubuh yang berlebihan terhadap benda asing tertentu atau yang disebut alergen. Apabila alergen masuk ke dalam tubuh seseorang, melalui berbagai cara, baik terhisap, tertelan, ataupun kontak dengan kulit, maka sistem kekebalan tubuh seseorang yang memiliki alergi akan aktif dan menimbulkan reaksi yang berlebihan.

Kendati alergi bersifat genetik, seseorang tetap memiliki risiko alergi sebesar 5-15 persen tanpa mempertimbangkan ada atau tidaknya riwayat alergi pada orangtua penderita. Mengingat banyaknya alergen di luar riwayat keluarga (genetik), hendaknya Anda memperhatikan dengan lebih teliti apa yang mungkin menjadi faktor pemicu timbulnya alergi, seperti jenis makanan, kondisi udara, atau faktor pemicu lainnya.

Alergi tidak dapat hilang sepenuhnya, yang dapat dilakukan bagi penderita alergi adalah melakukan pencegahan atau penghindaran dari materi-materi yang dapat menyebabkan alergi. Maka, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja yang dapat memicu timbulnya reaksi alergi Anda dan menghindarinya.

Sudahkah Anda mengetahui faktor pencetus timbulnya kondisi ini? Jika Anda belum pernah melakukan tes alergi, Anda dapat melakukannya

Kami sarankan Anda untuk memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin untuk mengetahui sebab pasti dan mendapatkan terapi yang sesuai.

Semoga penjelasan mengenai alergi kulit ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar