Sukses

Diare pada anak
22 Apr 2019, 17:34 WIB
Pria, 31 tahun.

Dok, anak laki2 saya usia 3tahun 2bulan sudah beberapa hari ini mengalami mencret tapi gak muntah. Makan nasi sangat susah, tapi kalau ngemil jajanan mau. Minum air putihnya juga kenceng. Kira2 solusi yang pas apa ya dok??? Terimakasih

Terima kasih telah bertanya seputar diare pada anak melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran anda. Diare adalah salah satu penyakit yang sering dialami anak-anak. Diare didefinisikan sebagai buang air besar (BAB) dengan frekuensi yang lebih sering maupun konsistensi yang lebih encer dari biasanya.Pada bayi yang masih menerima ASI eksklusif, diare terjadi bila frekuensi BAB dua kali lebih sering dari normal, yaitu 3–10 kali per hari. Sementara itu, bayi yang sudah mulai MPASI maupun anak yang lebih besar dikatakan diare jika BAB cair terjadi 3 kali atau lebih dalam sehari.

Diare pada anak umumnya disebabkan oleh rotavirus, yang tidak berbahaya. Namun Anda tetap perlu waspada agar diare tidak membuat anak dehidrasi, akibat kehilangan cairan yang berlangsung cepat.

Berikut adalah solusi yang perlu Anda lakukan di rumah.

  • Waspada tanda-tanda dehidrasiAnak dengan tanda-tanda berikut berarti mengalami dehidrasi ringan-sedang: frekuensi buang air kecil (BAK) menurun, tidak ada air mata saat menangis, mulut kering, berat badan turun, terlihat sangat kehausan, mata atau ubun-ubun besar cekung, serta tampak lesu. Anda perlu memantau asupan cairan, diet, dan pengeluaran urine bila anak mengalami dehidrasi.
  • Lanjutkan pemberian makanan pada anak yang tidak muntah. Meminta anak yang menderita diare untuk puasa, akan memperpanjang waktu sakitnya. Karena itu, makanan tidak perlu dibatasi dan tetap diberikan seperti biasanya. Anda bisa memberikannya dalam porsi kecil tetapi sering, agar anak lebih nyaman.
  • Makanan yang dianjurkan adalah kombinasi karbohidrat kompleks (nasi, gandum, kentang, roti), daging tanpa lemak, yoghurt, buah-buahan, dan sayuran. Makanan berlemak tinggi lebih sulit diserap dan perlu dihindari selama masa pemulihan.
  • Pada bayi, lanjutkan pemberian ASI kecuali dokter anak menganjurkan yang sebaliknya.
  • Tak perlu menghentikan pemberian susu sapi. Sebagian besar anak dengan diare tetap bisa mengonsumsi susu sapi. Susu sapi tidak perlu diencerkan atau dihindari, kecuali bila anak alergi terhadap susu sapi.
  • Hindari memberikan minuman bersoda, sports drink, dan teh. Minuman bersoda dan sports drink memiliki kadar gula yang tinggi sehingga bisa memperparah diare. Kadar mineralnya pun tidak cocok untuk kondisi diare. Hindari pula teh karena memicu anak sering BAK sehingga memperparah dehidrasi.
  • Berikan cairan rehidrasi oral (CRO)Anak yang mengalami dehidrasi membutuhkan CRO atau yang sering disebut oralit. CRO dapat diberikan di rumah pada anak yang dehidrasi ringan, menolak makanan biasa, atau muntah dan/atau diare. Untuk mencegah dehidrasi, CRO dapat diberikan pula setiap kali muntah atau diare, pada anak yang tidak mengalaminya.
  • Berikan sirop atau tablet zink selama 10 hari berturut-turut.Zink merupakan salah satu elemen penting dalam penyembuhan diare. Pemberian sirop atau tablet zink selama 10 hari berturut-turut terbukti memperpendek durasi diare dan mencegah kekambuhanya.

Berikut ini adalah referensi lain yang anda bisa baca seputar diare pada anak.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar