Sukses

turun berok

22 Apr 2019, 15:33 WIB
Wanita, 26 tahun.

Dok, saya mau tanya.. saya sedang hamil 15w hampir 16w.. Maaf, ketika BAB saya keras kenapa suka ada yang berasa turun di perut kanan bawah.. apakah itu janin atau kandung kemih? Nah, ketika di bawa berbaring, seperti tonjolan. Lama kelamaan hilang.. Selama kehamilan baru 2x merasa ada yang turun ketika sembelit dan pup keras dok. Ketika sujud dan berbaring hilang sendiri. Tapi selama ini tidak ada keluhan apa2. Mohon pencerahannya dok.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Menurut penilaian kami dari informasi yang anda sampaikan, anda mungkin mengalami hernia.

Hernia, atau sering kita kenal dengan istilah “turun bero”, merupakan penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Hernia inguinalis dibagi menjadi 2, yaitu hernia inguinalis medialis dan hernia inguinalis lateralis. Jika kantong hernia inguinalis lateralis mencapai skrotum (buah zakar), hernia disebut hernia skrotalis. Hernia terdiri atas jaringan lunak, kantong, dan isi hernia. Pasien biasanya berobat ke dokter dengan keluhan benjolan pada lipat paha atau kemaluan(letak tersering hernia).

Jaringan lunak yang dimaksud disini adalah usus. Jadi melalui suatu lubang di lipat paha, usus turun dari daerah perut menuju ke skrotum (buah zakar). 

Penyebab hernia inguinalis hingga saat ini masih belum dapat dimengerti dengan sempurna. Namun yang menjadi prinsip terjadinya hernia inguinalis adalah akibat peninggian tekanan di dalam rongga perut dan kelemahan otot dinding perut (umumnya karena usia). Oleh karena itu, terdapat beberapa keadaan yang diyakini dapat menyebabkan terjadinya hernia, yaitu:

  • Mengangkat beban yang terlalu berat
  • Batuk kronis / lama (misal pada tuberkulosis paru)
  • Kegemukan
  • Mengedan (misal buang air besar keras, sulit buang air kecil karenapembesaran prostat, dsb)
  • Kehamilan
  • Asites (penumpukan cairan abnormal di dalam rongga perut)
  • Aktifitas fisik yang berlebihan

Penatalaksanaan hernia dibagi menjadi 2, konservatif dan operatif.

Pengobatan konservatif terbatas pada tindakan pengembalian posisi (dengan cara mendorong masuk tonjolan yang ada secara manual) dan pemakaian penyangga atau penunjang untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi (dikembalikan posisinya). Penggunaan bantalan penyangga hanya bertujuan menahan hernia yang telah direposisi dan tidak pernah menyembuhkan sehingga harus dipakai seumur hidup. Hal ini biasanya dipilih jika kita menolak dilakukan perbaikan secara operasi atau terdapat kondisi yang tidak memungkinkan untuk operasi. Cara ini tidak dianjurkan karena menimbulkan komplikasi, antara lain merusak kulit dan tonus (kekenyalan/tekanan) otot dinding perut di daerah yang tertekan sedangkan strangulasi (terlilit/terpuntir) tetap mengancam. Penggunaan penyangga tidak menyembuhkan hernia.Operasi merupakan penatalaksanaan yang lebih tepat untuk hernia. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. Jika ingin berhasil dalam menangani hernia, ada dua hal yang perlu diperhatikan:

1. penanganan semua faktor yang mempengaruhi terjadinya hernia, termasuk keadaan-keadaan yang disebutkan di atas yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan intraabdomen(dalam perut)

2. celah yang ada diperbaiki secara maksimal

Kami tidak menyarankan penggunaan obat-obatan herbal atau obat lain terlebih dari sumber yang tidak terpercaya karena hal tersebut bukan tidak mungkin dapat memperparah keluhan ataupun berisiko menyebabkan terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan. Kami sarankan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah umum untuk pemeriksaan lebih lanjut dan perencanaan terapi yang tepat sesuai dengan kondisi Anda saat ini.

Berikut ini kami sertakan artikel yang berjudul Hernia untuk menambah informasi Anda mengenai hernia:

https://www.klikdokter.com/penyakit/hernia-inguinalis

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar