Sukses

Keputihan Saat Hamil, Wajarkah?
22 Apr 2019, 11:28 WIB
Pria, 33 tahun.

dok, jika sedang hamil mengalami keputihan apakah wajar?

Terimakasih sudah bertanya seputar keputihan saat hamil dengan menggunakan fitur e-konsultasi Tanya Dokter. 

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal (fisiologis) dan secara tidak normal (patologis). Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit / jamur / bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Selain itu lakukan beberapa tips berikut ini untuk mencegah keputihan:

  1. Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  2. Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  3. Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  4. Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan
  5. Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.
  6. Jika keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal maka memerlukan pengobatan dengan antijamur / antibiotik / antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya. Pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya.

Ketahuilah ciri-ciri keputihan karena beda gejala, beda pula penyebabnya.

  • Jika keputihan saat hamil tidak berbau namun terdapat gejala nyeri saat berkemih atau berhubungan seksual, gatal dan rasa panas, kemungkinan keputihan disebabkan oleh infeksi jamur.J
  • ika keputihan saat hamil berwarna putih atau abu-abu disertai bau amis terutama setelah berhubungan seksual, kemungkinan keputihan disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Jika keputihan saat hamil berwarna kuning disertai bau, vagina terasa gatal dan berwarna merah, serta rasa tidak nyaman saat berkemih dan berhubungan seksual, kemungkinan keputihan disebabkan oleh bakteri trichomoniasis yang berasal dari infeksi akibat berhubungan seksual.

Jika keputihan dirasa sudah tidak normal (berubah warna, ada bau) ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter kandungan dan kebidanan Anda.

Demikian informasi yang dapat diberikan seputar keputihan saat hamil. Semoga bermanfaat, salam sehat. 

0 Komentar

Belum ada komentar