Sukses

Anemia dan Hipertensi Pada Ibu Hamil
15 Apr 2019, 21:19 WIB
Wanita, 24 tahun.

Hallo dok. Saya kemaren priksa kandungan ternyata tensi saya tinggi 130 tapi HB saya rendah 7,6 . Usia kehamilan saya sudah 8 bulan dok. Saya mau tanya makanan yang cepat menaikkan HB itu apa saja ya dok? Terus kenapa tensi saya tinggi padahal bulan kemaren normal dok, dan cara menjaga agar semua normal bagaimana ya dok? Terimakasih dok, tolong dijawab dok.

Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terimakasih telah bertanya tentang Anemia Pada Ibu Hamil melalui fitur Tanya Dokter.

Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.

Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh.

Anemia yang terjadi saat kehamilan tanpa disertai perdarahan atau riwayat anemia sebelumnya, lebih disebabkan karena kurangnya asupan yang bertujuan untuk pembentukan sel darah merah (zat besi, vit B12, asam folat). Keadaan ini masih terbilang normal saat hamil karena kebutuhan zat besi pada tubuh wanita yang sedang hamil terus-menerus meningkat sesuai dengan usia kehamilan dan meningkatnya jumlah pembentukan sel darah merah ibu sebanyak 25%.

Kadar hemoglobin yang menunjukkan anemia saat hamil adalah apabila <11gr/dL pada trimester I dan III, serta < 10.5 gr/dL pada trimester II. Apabila anemia yang dialami berat, maka aliran oksigen ke janin dapat terganggu sehingga dapat mengganggu pertumbuhan janin, air ketuban berkurang dan bahkan hingga kematian janin. Ibu yang mengalami anemia juga berisiko untuk mengalami persalinan preterm (sebelum waktunya), persalinan tidak maju serta risiko perdarahan saat melahirkan.

Anda dapat mencegah anemia akibat kekurangan zat besi dan vitamin dengan konsumsi makanan sehat yang kaya akan zat besi, asam folat dan vitamin B-12. Makanan sumber zat gizi tersebut antara lain adalah:

  • Zat besi : daging, kacang-kacangan, sayuran hijau, buah yang dikeringkan, dan biji-bijian.
  • Asam folat : buah dan jus sitrus, sayuran hijau.
  • Vitamin B-12 : daging
  • Konsumsi bahan makanan yang kaya akan zat besi sangat dibutuhkan terutama pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan, ibu hamil, dan masa haid. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin C juga dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi.

Selain makanan di atas, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi tablet besi, asam folat, serta vitamin B. Pemberian Dosis pemberian asam folat selama kehamilan dapat diberikan sebanyak 600-800 mikrogram /hari. Pemberian asam folat pada masa-masa tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan tabung saraf (Neural Tube Defect) pada bayi dalam kandungan.

Terdapat beberapa jenis hipertensi selama masa kehamilan, yaitu hipertensi kronik, pre eklampsia, eklampsia, dan hipertensi gestasional. Secara umum, apabila tekanan darah istri anda terkontrol, dan tidak disertai tanda-tanda eklampsia ( terdapat protein dalam urin, riwayat kejang/ kejang, penurunan kesadaran) maka risiko terjadinya gangguan dalam proses persalina minimal. Namun apabila tidak terkontrol , bisa saja disarankan untuk dilakukan operasi sesar oleh dokter kandungan yang menangani.

Meskipun memang terdapat risiko gangguan janin pada kehamilan dengan hipertensi kronik, sebagian besar wanita akan melahirkan bayi yang sehat dan cukup bulan. Beberapa penelitian menyebutkan hasil akhir bayi dari ibu hamil normal dan ibu hamil dengan hipertensi kronik tidak memiliki perbedaan bermakna. Penanganannya adalah kontrol teratur ke dokter kebidanan dan meminum secara teratur obat antihipertensi seperti yang telah diresepkan oleh dokter Anda. Tekanan darah Anda akan terus dipantau.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar